Pemerintah Sebut Laju Kasus Corona Turun 11 Persen

CNN Indonesia | Senin, 04/05/2020 14:24 WIB
Kepala BNPB Letnan Jenderal Doni Monardo dan Sekretaris Utama BNPB Dody Ruswandi usai menghadiri Rapat Terbatas Peningkatan Kesiagaan Menghadapi Bencana, di Kantor Presiden, Jakarta, Senin (14/1). Ketua Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Doni Monardo. (CNN Indonesia/Feri Agus Setyawan)
Jakarta, CNN Indonesia -- Ketua Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Doni Monardo mengatakan ada laju penurunan kasus baru corona sebesar 11 persen.

Namun ia mengingatkan agar laju penurunan ini tak membuat lengah karena ada beberapa klaster yang berpotensi meningkatkan kembali kasus positif corona.

"Laju kasus baru mengalami penurunan sampai 11 persen. Tetapi hal ini bukan berarti kita menjadi lengah," kata Doni saat melakukan konferensi pers di Istana Negara, Jakarta, Senin (4/5).

Ia menyebut klaster yang bisa jadi pemicu kasus baru tersebut adalah klaster jamaah tabligh, klaster Gowa, dan beberapa klaster industri, dan klaster pemudik yang lolos pemeriksaan.


Saat ini pemerintah telah menerapkan pembatasan sosial berskala besar untuk sejumlah daerah. Misalnya di DKI Jakarta, Sumatera Barat dan Gorontalo di mana PSBB diterapkan untuk satu provinsi.

Ada pula PSBB yang diterapkan di tingkat kabupaten/kota seperti di wilayah Tangerang Raya, Bogor, Depok, Bekasi, wilayah Bandung Raya dan Surabaya Raya.

Doni mengajak seluruh gugus tugas di provinsi untuk melakukan upaya pencegahan, deteksi, dan penanganan terhadap masy yang telah terlanjur sakit.

Pemerintah pusat menurutnya akan siap membantu menangani kasus-kasus di daerah untuk menekan penularan covid-19. Seperti yang dilakukan di Jawa Timur.

Ia juga menegaskan Presiden Joko Widodo telah menegaskan agar tidak mudik pada lebaran tahun ini.

Doni juga mengingatkan agar masyarakat tidak mencuri-curi kesempatan mudik. Pasalnya hal ini bisa berisiko menularkan virus di kampung halaman.

"Kebiasaan kita untuk bertemu dan berpelukan, bersalaman dengan orang-orang yang kita sayangi justru membahayakan mereka," kata Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) ini.

Doni mengatakan, virus corona telah bermutasi sehingga terkadang tidak menunjukkan gejala pada orang terinfeksi. Mereka yang terinfeksi dan tanpa gejala ini menjadi pembawa virus yang berpotensi menularkan pada orang lain.

Yang bahaya, kata Doni, saat virus menular pada kelompok rentan, yakni orang yang punya penyakit penyerta.

"Apabila kita sayang keluarga, sementara ini tahan untuk tidak pulang ke kampung halaman," kata Doni. (tst/sur)


[Gambas:Video CNN]
TOPIK TERKAIT
REKOMENDASI
LAINNYA DI DETIKNETWORK