Pemerintah Target Punya 1 Juta Reagen Tes PCR Corona

CNN Indonesia | Senin, 04/05/2020 14:02 WIB
Petugas medis menunjukkan hasil sampel saat tes swab di Stasiun Bogor, Jawa Barat, Senin (27/4/2020). PT KCI bersama Dirjen Perkeretaapian Kemenhub, Dishub dan Labkesda Provinsi Jawa Barat serta Dinkes Kota Bogor melakukan tes swab untuk 350 warga yang terdiri dari petugas PT KCI dan penumpang KRL Commuter Line yang dilakukan secara massal dan random dengan mengumpulkan cairan atau sampel dari bagian belakang hidung dan tenggorokan sebagai salah satu metode untuk mendeteksi dan mencegah penyebaran virus Corona (COVID-19) di moda transportasi KRL Commuter Line. ANTARA FOTO/Arif Firmansyah/hp. Pemerintah menargetkan memiliki 1 juta reagen untuk tes virus corona. Ilustrasi (ARIF FIRMANSYAH/ARIF FIRMANSYAH)
Jakarta, CNN Indonesia -- Kepala Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19, Doni Monardo menargetkan memiliki satu juta reagen dalam pekan ini. Reagen merupakan cairan untuk tes virus corona dengan metode Polymerase Chain Reaction (PCR).

"Gugus tugas telah mendatangkan lebih dari 420 ribu reagen PCR. Semalam datang 500 ribu. Sehingga diharapkan minggu ini kita punya reagen sekitar sejuta reagen, Viral Transport Medium (VTM) dan ektraksi RNA," kata Doni usai Rapat Kabinet Terbatas melalui video conference, Senin (4/4).

Ia mengatakan tambahan reagen tersebut bisa digunakan untuk melakukan tes secara masih seperti yang diminta Presiden Joko Widodo (Jokowi). Diketahui, Jokowi menargetkan tes PCR sebanyak 10 ribu per hari.


Kepala BNPB itu menyatakan kendala yang dihadapi dalam melakukan tes PCR bukan hanya pada ketersediaan reagen, tetapi juga jumlah sumber daya manusia (SDM) di laboratorium yang minim.

"Gugus tugas pusat sudah minta bantuan ke PB IDI dan seluruh IDI wilayah untuk membantu dan mendukung sehingga upaya testing masif bisa optimal," ujarnya.

Sampai kemarin, jumlah pasien positif terinfeksi Covid-19 di Indonesia secara kumulatif berjumlah 11.192 orang. Dari jumlah itu, sebanyak 845 orang meninggal dunia dan 1.876 dinyatakan sembuh.

Sebelumnya, Juru Bicara Pemerintah untuk Penanganan Covid-19, Achmad Yurianto mengatakan sebagian laboratorium pemeriksaan virus corona menghentikan sementara pengujian spesimen karena kehabisan senyawa kimia reagen.

Sampai kemarin pemerintah telah menguji 112.965 spesimen dari 83.012 orang di 46 laboratorium. (yoa/fra)

[Gambas:Video CNN]