"Klaster yang diwaspadai menjadi epistentrum yakni Gowa, Jamaah Tabligh dan pabrik," kata Doni saat melakukan konferensi pers di Istana Negara, Jakarta Pusat, Senin (4/5).
Meski begitu Doni tak memaparkan pabrik mana yang dia maksud bisa menjadi kluster. Yang jelas kata dia, setelah mendapat masukan dari daerah Jawa Timur sebagian besar karyawan pabrik tersebut telah diistirahatkan dan telah melakukan rapid tes untuk memastikan penyebaran wabah corona di kalangan pekerja itu.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Tim tracing Gugus Tugas Covid-19 Jawa Timur juga mengatakan telah melakukan rapid test terhadap sekitar 500 karyawan Sampoerna yang dipusatkan di salah satu hotel di Surabaya.
Foto: CNN Indonesia/FajrianInsert Artikel - Waspada Virus Corona |
Demi mengantisipasi semakin meluasnya wabah kata Doni, Presiden Joko Widodo telah memerintahkan Gugus Tugas untuk ikut membantu menyelesaikan sejumlah kasus yang ada di Jawa Timur. Sehingga penanganan wabah ini bisa tertangani dengan baik, seperti yang telah dilakukan di beberapa wilayah di Jabodetabek.
"Kerja sama seluruh komponen masyarakat, pusat dan daerah, harus terintegrasi dengan baik. Gugus tugas provinsi telah menyusun organisasi. Dan kami harap setiap gugus tugas mampu melakukan upaya pencegahan, deteksi, dan penanganan terhadap masyarakat yang telah terlanjur sakit," kata dia.
Jokowi sendiri telah meminta semua pihak memperketat pengawasan dan penelusuran klaster yang berpotensi menyebarkan virus corona.
"Kita harus melakukan monitor secara ketat potensi penyebaran di beberapa klaster. Ada klaster pekerja migran, klaster Jemaah tabligh, klaster Gowa, ada klaster rembesan pemudik, klaster industri, ini perlu betul-betul dimonitor secara baik," kata Jokowi saat membuka rapat terbatas secara virtual, di Istana Bogor, Senin (4/5). (tst/pmg)
Foto: CNN Indonesia/Fajrian