"Kita belum tahu kapan kita akan mereda, belum tahu kapan pelonggaran PSBB. Kurva belum melambat juga kan," ujar Pandu kepada CNNIndonesia.com, Selasa (5/5).
Ia bahkan menyarankan kalau bisa tradisi cuti lebaran dihilangkan untuk tahun ini dan tahun depan demi mengantisipasi faktor risiko penyebaran Virus Corona.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Sebelumnya, Kepala Staf Presiden Moeldoko mengusulkan opsi cuti lebaran kepada Presiden Joko Widodo dalam rapat terbatas yang digelar Senin (4/5). Yakni, dengan menggabungkan cuti Idul Fitri dengan Idul Adha.
Foto: CNNIndonesia/Basith Subastian |
Kebijakan ini menindaklanjuti arahan Presiden Jokowi dalam rapat Antisipasi Mudik Lebaran pada tanggal 2 April 2020 terkait Imbauan Tidak Mudik dan Penggantian Libur Lebaran tahun 2020.
Ketua Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Doni Monardo menyebut realisasi dari usul itu bergantung pada kondisi penyebaran virus corona.
Sejauh ini, Doni menyebut laju penurunan kasus baru Virus Corona sebesar 11 persen. Per Senin (4/5), kasusnya mencapai 11.587 orang. Total pasien sembuh 1.954 orang dan pasien meninggal sebanyak 864 orang.
Namun demikian, kurva kasus positif Virus Corona secara nasional masih menunjukkan peningkatan. Berbagai ahli global menyebut kasus Corona bisa saja tak berakhir meski vaksin sudah ditemukan.
[Gambas:Video CNN]
Ahli Epidemiologi Universitas Gadjah Mada (UGM) Riris Andono Ahmad pun memperkirakan kebijakan social distancing mestinya dilakukan hingga 2022.
Selain saran optimistik Moeldoko, Pemerintah, melalui Menko Polhukam Mahfud MD, pun sudah mewacanakan pelonggaran Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB). Ujung-ujungnya, demi memfasilitasi kegiatan ekonomi.
(psp/arh)
Foto: CNNIndonesia/Basith Subastian