Lewat akun Twitter pribadinya, Syarif mengunggah foto karung-karung berisi kebutuhan pokok yang tertera wajah Ali Mazi. Di karung itu terlulis keterangan 'Gubernur Sulawesi Tenggara Ali Mazi.'
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
[Gambas:Twitter]
Syarif mengatakan tidak pantas bungkusan bantuan untuk masyarakat dipasang foto kepala daerah. Menurutnya, biaya untuk membuat bungkusan dengan foto kepala daerah juga bisa dialihkan membeli kebutuhan pokok masyarakat.
"Bantuan buat pandemi Covid-19 jangan dijadikan ajang pamer kebajikan, karena Allah SWT tidak menyukai orang yang 'riya'," ujar Syarif lewat pesan singkat.
Lihat juga:Jokowi Teken Perppu Penundaan Pilkada 2020 |
Sementara Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika (Kominfo) Sultra tidak memberikan keterangan saat dihubungi melalui pesan singkat.
Sebelumnya, Pemprov Sultra dan DPRD menyepakati anggaran Rp300 miliar untuk penanganan virus corona di Bumi Anoa. Anggaran tersebut digunakan untuk pengadaan fasilitas kesehatan dan bantuan logistik untuk warga selama pandemi virus corona.
Sejauh ini, bantuan yang diterima warga masih berasal dari sumbangan sukarela masyarakat dan donatur. Pemprov Sultra belum menyalurkan bantuan logistik ke masyarakat.
Selain itu, kantong plastik berisi bantuan juga dicetak bergambar bupati Klaten, berikut ucapan terima kasih karena telah mentaati imbauan pemerintah mencegah Covid-19 di Kabupaten Klaten. Namun, Sri Mulyani menampik melakukan itu. (pnd/fra)