Pemerintah: Pasien Corona Tak Jujur Penyebab Dokter Meninggal

CNN Indonesia | Rabu, 06/05/2020 17:51 WIB
Petugas kepolisian melakukan simulasi pemakaman jenazah pasien positif positif COVID-19 di Mapolres Batang, Jawa Tengah, Senin (20/4/2020). Polres Batang bekerja sama dengan pihak rumah sakit daerah melakukan pelatihan pemakaman jenazah COVID-19 kepada anggota polisi yang menjadi petugas cadangan pemakaman dengan menggunakan alat pelindung diri (APD) yang lengkap sesuai prosedur. ANTARA FOTO/Harviyan Perdana Putra/wsj. Ilustrasi. (ANTARA FOTO/Harviyan Perdana Putra)
Jakarta, CNN Indonesia -- Ketua Pakar Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Wiku Adisasmito menyatakan penyebab banyak dokter dan perawat yang menangani pasien corona meninggal dunia akibat pasien yang tidak jujur.

Merujuk artikel berjudul 'Pelajaran dari Kematian Dokter dan Perawat Covid-19 di Seluruh Dunia', Wiku mengatakan, terdapat beberapa faktor yang mempengaruhi risiko penularan dari pasien Covid-19, salah satunya termasuk pasien yang tidak jujur.

"Ketidaktahuan petugas layanan kesehatan bahwa pasien yang dirawat ternyata positif Covid-19. Kemudian sebagian besar juga diperparah oleh pasien yang tidak jujur menceritakan tentang riwayat penyakitnya serta riwayat perjalanan dan riwayat kontaknya," ujar Wiku dalam jumpa pers, Rabu (6/5).


Di Indonesia sendiri hingga saat ini tercatat ada 38 dokter dan 17 perawat yang telah meninggal dunia. Menurut Wiku, kematian para tenaga medis itu menjadi pekerjaan rumah yang harus segera diperbaiki.

Selain ketidakjujuran pasien, lanjut Wiku, para dokter dan perawat meninggal juga dilandasi faktor masih banyak masyarakat yang meremehkan pandemi corona. Minimnya fasilitas Alat Pelindung Diri (APD) ikut menjadi faktor penyebab dokter maupun perawat rentan tertular.

"Kelelahan, jam kerja yang panjang dan prosedur invasif (kontak langsung) dalam keadaan darurat kepada pasien juga menjadi faktor penyebab," katanya.

Sejumlah kasus dokter dan perawat yang meninggal dunia disebut terjadi karena tertular corona dari pasiennya. Pasien tersebut diduga tak jujur perihal penyakit yang diderita.

Salah satunya terjadi di Surabaya pada April lalu. Seorang dokter meninggal setelah mengalami pembengkakan jantung. Dokter itu juga dinyatakan positif Covid-19. (psp/wis)

[Gambas:Video CNN]