Juru Bicara Gugus Tugas Penanganan Covid-19 Sumbar, Jasman Rizal memaparkan penambahan 17 kasus baru terjadi di sejumlah daerah. Penambahan 6 kasus terjadi di Kota Padang yang berasal dari klaster Pasar Raya Padang dan Pengambiran.
Mereka adalah ibu rumah tangga, mahasiswa, pedagang, tenaga kesehatan, dan pegawai Dinas Pekerjaan Umum. Semuanya melakukan isolasi mandiri di rumah.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Selebihnya terjadi di Solok Selatan, yakni tiga kasus. Hal ini merupakan yang pertama bagi kabupaten itu. Mereka adalah ibu rumah tangga, mahasiswa, dan guru.
Dari total 238 kasus positif di Sumbar, di Padang ada 137, Padang Panjang 19, Pesisir Selatan 16, Dharmasraya 13, Bukittinggi 6, Payakumbuh 10, Tanah Datar 7, Kabupaten Solok 5, Padang Pariaman 5, Mentawai 4, Agam 9, Pasaman 2, Pariaman 1, Pasaman Barat 1, dan Solok Selatan 3.
Sementara itu, orang dalam pemantauan (ODP) yang masih dipantau berjumlah 262 orang. Sebanyak 135 orang dikarantina pemda dan 127 isolasi mandiri. Ada 8.376 orang yang telah selesai dipantau.
Gelontorkan Rp1,2 M Beli Reagen
Dalam menanggulangi virus corona, Pemprov Sumatera Barat menggelontorkan dana Rp1.233.750.000 untuk membeli reagen. Kepala Dinas Kesehatan Sumbar, Merry Yuliesday mengatakan bahwa dana Rp1,2 miliar lebih dipakai untuk membeli reagen pada tahap pertama, yakni Maret, April, dan Mei.
Reagen adalah bahan yang digunakan dalam reaksi kimia untuk menganalisis dan mendeteksi adanya virus. Dalam hal ini reagen digunakan untuk tes PCR guna memeriksa ada atau tidaknya virus corona.
"Dana itu untuk membeli tiga paket reagen," ujar Merry kepada CNNIndonesia.com, Rabu (6/5).
Anggota DPRD Sumbar, Arkadius menyebutkan dana untuk membeli reagen itu termasuk dalam dana penanganan Covid-19 tahap pertama yang berjumlah Rp200 miliar. Selain reagen, dana tersebut juga dialokasikan untuk keperluan lain namun masih terkait penanganan corona.
"Total dana tahap pertama dan kedua yang diajukan sebanyak Rp507 miliar. Dana itu untuk membeli alat pelindung diri, reagen, melakukan isolasi, jaring pengaman sosial, dan lain-lain," kata Arkadius.
"DPRD sudah menyetujuinya dengan catatan Pemprov Sumbar harus memikirkan program rekoveri ekonomi Sumbar setelah korona berakhir," tambahnya.
Lihat juga:Sengkarut Distribusi Bansos Corona di Padang |
"Hitungannya, bahan baku reagen untuk memeriksa satu sampel senilai kurang lebih Rp600 ribu. Kalikan saja berapa sampel yang bisa diperiksa dengan dana Rp1.233.750.000.," ucapnya," ucap Andani.
"Kami berusaha hemat membeli dan memakai reagen. Di Jakarta bahan baku untuk memeriksa satu reagen Rp1 juta. Tarif pemeriksaan satu sampel di Jakarta, Rp1,7 juta," tambahnya. (adb/bmw)