Ketua Rumpun Kuratif Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Jatim, Joni Wahyuhadi mengatakan untuk menekan kasus dengan cepat maka dibutuhkan kerja sama dari seluruh masyarakat.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Palu atau pukulan tersebut, kata Joni, adalah sebuah kiasan di mana semua pihak harus melakukan upaya menekan angka penularan. Yaitu dengan menaati aturan yang sudah ada seperti Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB).
![]() |
Tak hanya itu, bahkan ketika di malam hari, ia menemukan masih banyaknya warga yang memanfaatkan sepinya jalan akibat adanya jam malam dengan bermain sepak bola.
Joni menilai masyarakat seperti tak menyadari bahaya virus Covid-19. Menurutnya virus yang pertama kali muncul di Wuhan, China, memiliki daya tular yang berbahaya, melebihi virus-virus lainnya.
"Karena ini (corona) sangat menular, jadi saya 30 tahun jadi dokter, tidak pernah melihat penyakit yang seperti ini. HIV, TBC, difteri itu penyakit menular, tapi tidak sangat menular seperti ini. Ini sangat menular," katanya.
Penurunan kurva, kata Joni, sulit terwujud jika masyarakat tak turut aktif melakukan hammer. Sebab penurunan angka penularan tak akan berjalan efektif jika tak dilakukan bersama-sama.
"Istilah hammer itu yang memukul kita semua, yang nutuki kita semua. Jadi kita para petugas negara ini, masyarakat, ayo nutuk bareng. Supaya melengkungnya (penurunan kurva) ini cepat," katanya.
Direktur RSUD dr Soetomo ini mengatakan jika kurva sudah turun, maka waktu 'the dance' akan tiba. Artinya penyebaran virus corona belum benar-benar hilang dan tak menutup kemungkinan kasus bisa kembali naik.
"Setelah melengkung ini ada dance namanya, gelombang," katanya
"Artinya pada saat turun nanti, jangan coba-coba mengurangi physical distancing, PHBS, dan pakai masker, karena masih dance. Setelah dance itu baru landai, itu salah satu teorinya."
Sementara itu, hingga hari ke sembilan penerapan PSBB di wilayah Surabaya Raya, kasus terinfeksi positif virus corona justru semakin meningkat.
Surabaya mengalami penambahan sebanyak 17 pasien hari ini sehingga total pasien mencapai 586 orang. Kemudian Sidoarjo ada tambahan 11 pasien hari ini dan jumlah kumulatif mencapai 140.
Sementara di Gresik, hari ini tercatat ada tambahan sebnahak 6 pasien. Maka total kasus positif Covid-19 di Kota Pudak ini menjadi 36 orang.
"Tentang kasus confirm, kalau kita lihat grafisnya di setiap daerah yang dilakukan PSBB memang belum menggembirakan," kata Joni.
Sebelumnya Presiden Joko Widodo menyatakan target penurunan kasus infeksi virus corona (Covid-19) harus tercapai pada Mei 2020 dengan cara apapun.
"Target kita di bulan Mei ini harus betul-betul tercapai. Sesuai target yang kita berikan yaitu kurvanya sudah harus turun dan masuk posisi sedang di Juni, di Juli masuk posisi ringan. Dengan cara apapun," ujar Jokowi saat membuka Sidang Kabinet Paripurna Pagu Indikatif RAPBN 2021 di Istana Negara, Jakarta, Rabu (6/5). (frd/jal)
