Klaster Corona Bojonegoro Bermula dari Tukang Sayur Keliling
CNN Indonesia
Sabtu, 09 Mei 2020 05:58 WIB
Jakarta, CNN Indonesia -- Ketua Rumpun Tracing Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Jawa Timur Kohar Hari Santoso mengatakan klaster baru penularan virus corona di Pasar Bojonegoro bermula dari seorang pedagang sayur keliling atau rengkek yang positif terinfeksi Covid-19. Hingga kemudian dia diduga menularkan virus kepada pedagang lainnya di pasar.
"Di Bojonegoro itu ada pedagang rengkek, kalau Surabaya itu lijo," kata Kohar di Gedung Negara Grahadi, Surabaya, Jumat (8/5).
Mulanya, pedagang tersebut mengeluh sakit dengan gejala mirip virus corona. Dia lantas ke rumah sakit. Di sana, dia menjalani rapid test atau uji cepat virus corona. Hasilnya, reaktif atau terindikasi positif.
"Dan dilakukan swab, swab-nya keluar belakangan (positif), tapi beliaunya meninggal," kata Kohar.
Tak lama kemudian, ditemukan kasus baru di pasar tempat sehari-hari pedagang tersebut beraktivitas. Satu orang dan berdasarkan hasil rapid test-nya, ia dinyatakan reaktif atau terindikasi positif.
Usai temuan dua kasus tersebut, Gugus Tugas Covid-19 Jatim lalu melakukan rapid test terhadap 269 pedagang lain yang ada di pasar tersebut. Hasilnya, 86 orang yang dinyatakan reaktif atau terindikasi positif Covid-19.
"Rencananya akan dilakukan rapid test ulang dan segera dilakukan swab. Hasilnya nanti akan di kirim ke Malang, karena RS Saiful Anwar Malang sudah bisa melakukan PCR (polymerase chain reaction)," ucapnya.
Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa lalu meminta agar pasar di Bojonegoro tersebut ditutup selama 7 hari sambil menunggu hasil tes swab para pedagang keluar. Dia juga meminta tim tracing bekerja cepat.
"Pasar akan ditutup selama 7 hari, sampai selesai swab. Lalu, memberikan proteksi terhadap siapa saja yang ada di lingkaran pasar. Sebab yang bisa di-rapid test kan penjualnya, [sedangkan] pembelinya, pelanggan, ini kan harus dilakukan tracing," ujarnya. (frd/bmw)
[Gambas:Video CNN]
"Di Bojonegoro itu ada pedagang rengkek, kalau Surabaya itu lijo," kata Kohar di Gedung Negara Grahadi, Surabaya, Jumat (8/5).
Mulanya, pedagang tersebut mengeluh sakit dengan gejala mirip virus corona. Dia lantas ke rumah sakit. Di sana, dia menjalani rapid test atau uji cepat virus corona. Hasilnya, reaktif atau terindikasi positif.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Usai temuan dua kasus tersebut, Gugus Tugas Covid-19 Jatim lalu melakukan rapid test terhadap 269 pedagang lain yang ada di pasar tersebut. Hasilnya, 86 orang yang dinyatakan reaktif atau terindikasi positif Covid-19.
"Pasar akan ditutup selama 7 hari, sampai selesai swab. Lalu, memberikan proteksi terhadap siapa saja yang ada di lingkaran pasar. Sebab yang bisa di-rapid test kan penjualnya, [sedangkan] pembelinya, pelanggan, ini kan harus dilakukan tracing," ujarnya. (frd/bmw)
[Gambas:Video CNN]