Menurut I Wayan Koster, desa adat termasuk ke dalam tiga level penanganan sebagai upaya Bali mengatasi wabah Covid-19 ini. Sedangkan dua lainnya ada di tingkat provinsi dan kabupaten atau kota.
"Kami tidak melaksanakan PSBB, sejak kasus muncul 10 Maret kami langsung buat pola penanganan dalam bentuk kebijakan operasional di lapangan, ada tiga level pelaksanaan penanganan Covid-19 di Bali," ujar Koster dalam jumpa pers, Selasa (12/5).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Menurut Koster, desa adat juga memiliki ritual keagamaan dalam bentuk niskala berupa keyakinan masyarakat Bali untuk mengikuti pedoman dari para leluhur ketika ada suatu wabah terjadi.
"Karena desa adat punya hukum adat, warga jadi tertib dan disiplin, sejauh ini berjalan dengan sangat baik. Selain itu kelebihan desa adat juga punya satu keyakinan ritual agama dalam bentuk niskala. Para leluhur mengajarkan kalau ada wabah ada cara sendiri penanganan secara ritual," ucap Koster.
![]() |
Saat ini pihaknya memprioritaskan penanganan corona di tiga kabupaten di Bali yakni Bangli, Buleleng, Karangasem, dan Kota Denpasar. Koster mengklaim kabupaten lainnya relatif aman sehingga ia mulai mengkaji kemungkinan membuka akses terbatas di kabupaten lain.
"Jadi indikator yang kami lakukan adalah menahan penambahan laju pasien positif, meningkatkan persentase kesembuhan, dan menahan angka yang meninggal. Secara kumulatif jumlah pasien di RS akan terus menurun," jelasnya.
Lihat juga:MUI Jelaskan Hukum Makan Babi Tanpa Disadari |
Gubernur Sumatera Barat Irwan Prayitno menyatakan penerapan PSBB dan pengujian masif berhasil menekan laju penyebaran virus corona.
Irwan mengklaim tidak ada penambahan kasus baru hingga 11 Mei 2020. Sejauh ini tercatat total 299 kasus positif di wilayah tersebut.
"Dari 299 yang positif itu sejak 22 April mulai pertama PSBB di Sumbar, tidak ada lagi kasus impor. Jadi tidak ada lagi yang datang dari luar Sumbar," ujar Irwan dalam jumpa pers.
Sementara untuk pengujian masif, Irwan menuturkan sudah lebih 9 ribu spesimen yang diperiksa sejak 23 Maret. Dalam satu hari pemeriksaan diklaim mencapai 758 spesimen.
"Jadi kekuatan testing ini sudah ada di Sumbar, dan memang saat ini kami masih menunggu mesin ekstraksi yang insyaAllah dari BNPB akan bantu. Itu bisa sampai 1.500 nanti, dan kami bisa membantu provinsi tetangga untuk melakukan testing," ucap Irwan. (pris/gil)
