BNPB: Banyak Warga Salah Paham Informasi Corona dari Pemimpin

CNN Indonesia | Rabu, 13/05/2020 13:15 WIB
Foto Ilustrasi BNPB pada (02/01/2018). (CNN Indonesia/ Harvey Darian) BNPB menyebut rakyat sudah boring dan ada perilaku menganggap enteng pandemi Virus Corona karena salah paham terhadap pernyataan para pemimpin.(CNN Indonesia/Harvey Darian)
Jakarta, CNN Indonesia -- Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) menyebut ada andil kesalahpahaman warga dalam menangkap informasi yang disampaikan para pemimpin terkait Virus Corona. Hal ini menyebabkan masyarakat menganggap enteng pandemi Covid-19.

"Posisi sekarang kan orang banyak sudah mulai boring dan menganggap enteng karena ada pemahaman-pemahaman yang salah dari kemudian apa yang sudah disampaikan para pimpinan kita," kata Kepala Pusat Pengendalian Operasi BNPB Bambang Surya Putra, dalam konferensi pers di Graha BNPB, Jakarta, Rabu (13/5).

"Dengan posisi seperti itu kalau kemudian di daerah atau pelaksanaan PSBB kendor, tentu bisa jadi kontraproduktif dengan apa yang kita harapkan, ini harus disadarkan," imbuhnya.


Bambang pun berharap seluruh elemen masyarakat dan Pemerintah dapat bekerja sama melawan Covid-19 dengan tetap mematuhi protokol kesehatan hingga Indonesia dinyatakan bebas Covid-19 atau minimal vaksinnya ditemukan.

"Agar kemudian kita bisa mulai membuka kran aktivitas ekonomi supaya bisa menggeliat sesuai protokol kesehatan," harapnya.

Sebelumnya, sejumlah pemimpin daerah berencana melakukan pelonggaran pembatasan sosial berskala besar (PSBB) dengan alasan kasus Corona sudah mulai menurun. Misalnya, Kota Tegal, sebagian wilayah Jawa Barat.

Wacana pelonggaran transportasi itu menuai polemik karena sejumlah pihak menilai pemerintah sejauh ini belum berhasil menangani penyebaran wabah corona di Indonesia.

Pelaksana tugas Deputi II Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Dody Ruswandi belakangan meminta masyarakat tidak kaget menghadapi kemungkinan kasus positif virus corona (Covid-19) mengalami kenaikan yang banyak pada pekan depan.

Menurutnya, kenaikan tersebut dilakukan agar penyelesaian pandemi virus corona bisa lebih cepat dilakukan. Dody mengatakan kenaikan jumlah orang positif Covid-19 ditargetkan hingga 40 ribu pasien.

"Nanti mungkin jangan kaget bapak ibu bahwa minggu depan itu akan cenderung banyak naiknya. Secara teknis, memang harusnya itu, karena supaya kita bisa mempercepat selesainya Covid-19 ini," kata Dody dalam Rapat Dengar Pendapat (RDP) dengan Komisi VIII DPR RI yang berlangsung secara daring pada Selasa (12/5). (khr/arh)

[Gambas:Video CNN]
TOPIK TERKAIT
REKOMENDASI
LAINNYA DI DETIKNETWORK