Cegah Pemudik, Polda Metro Pindahkan Posko ke Cikupa
CNN Indonesia
Rabu, 13 Mei 2020 16:52 WIB
Jakarta, CNN Indonesia -- Direktorat Lalu Lintas Polda Metro Jaya memindahkan pos pengamanan terpadu atau pos penyekatan dari Pintu Tol Bitung ke Pintu Tol Cikupa, Tangerang, guna mencegah pemudik.
Menurut Direktur Lalu Lintas Polda Metro Jaya Kombes Sambodo Purnomo Yogo, salah satu alasan dilakukan pemindahan pos penyekatan tersebut lantaran lebih banyak pemudik yang melintas lewat Pintu Tol Cikupa dibanding Pintu Tol Bitung.
"Iya kami pindahkan pos penyekatan," kata Sambodo kepada CNNIndonesia.com, Rabu (13/5).
Selain itu, pos penyekatan dipindahkan agar proses pengawasan terhadap kebijakan larangan mudik lebih efektif dilakukan.
"Untuk efektivitas pemeriksaan dan peningkatan keselamatan anggota yang melakukan pemeriksaan," ujarnya.
Selama 18 hari Operasi Ketupat 2020 atau hingga Senin (11/5), Ditlantas Polda Metro Jaya mencatat sebanyak 17.022 kendaraan diputarbalikkan kembali ke wilayah Jakarta.
Rinciannya, 5.764 kendaraan di Pintu Tol Cikarang Barat, 3.943 di Pintu Tol Bitung, dan sebanyak 7.315 kendaraan di jalan arteri.
Direktorat Lalu Lintas Polda Metro Jaya menyiapkan 18 pos pengamanan terpadu untuk menyekat dan mengawasi lalu lintas orang keluar maupun masuk wilayah Jabodetabek. Hal itu sebagai langkah tindak lanjut dari kebijakan larangan mudik yang berlaku sejak 24 April lalu.
Pos pengamanan terpadu didirikan guna menunjang kebijakan larangan mudik yang diterbitkan pemerintah. Mudik dilarang agar tidak ada penularan virus corona baru di berbagai daerah. (dis/gil)
[Gambas:Video CNN]
Menurut Direktur Lalu Lintas Polda Metro Jaya Kombes Sambodo Purnomo Yogo, salah satu alasan dilakukan pemindahan pos penyekatan tersebut lantaran lebih banyak pemudik yang melintas lewat Pintu Tol Cikupa dibanding Pintu Tol Bitung.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Untuk efektivitas pemeriksaan dan peningkatan keselamatan anggota yang melakukan pemeriksaan," ujarnya.
![]() |
Direktorat Lalu Lintas Polda Metro Jaya menyiapkan 18 pos pengamanan terpadu untuk menyekat dan mengawasi lalu lintas orang keluar maupun masuk wilayah Jabodetabek. Hal itu sebagai langkah tindak lanjut dari kebijakan larangan mudik yang berlaku sejak 24 April lalu.
[Gambas:Video CNN]
