Gaji dan THR Belum Dibayarkan, Pegawai di Subang Demo

CNN Indonesia | Kamis, 14/05/2020 15:47 WIB
Aksi memperingati Hari Perempuan Sedunia 2020 Ratusan peserta dari berbagai komunitas peduli perempuan memadati kawasan Jalan MH. Thamrin dan Patung kuda. Jakarta.  Minggu (8/3/2020). Aksi tersebut turut dihadiri serikat pekerja dan buruh dengan longmarch dari Gedung Bawaslu menuju depan Istana Negara. Polisi Wanita dan TNI ikut mengawal aksi memperingati Hari Perempuan Sedunia 2020 Ratusan peserta dari berbagai komunitas peduli perempuan. Peserta Aksi membuay pernyataan sikap dari mencintai tubuh, meminta pemerintah meratifikasi Konvensi Organisasi Perburuhan Dunia, hingga menolak RUU Omnibus Law Cipta Kerja. CNN Indonesia/Andry Novelino Ilustrasi demo buruh (CNN Indonesia/ Andry Novelino)
Jakarta, CNN Indonesia -- Karyawan PT Crevis Tex Jaya di Subang, Jawa Barat menggelar demonstrasi untuk menuntut pembayaran gaji dan tunjangan hari raya (THR) pada Rabu (13/5) kemarin. Mereka merasa pihak perusahaan mampu membayar THR di tengah pandemi virus corona (Covid-19).

"Aksi yang di lakukan kawan-kawan PUK SPAI FSPMI PT Crevis Tex Jaya adalah menuntut pembayaran gajih dan THR yang belum ada kejelasannya sampai hari kemarin," kata Ketua PUK FSPMI, Deden Hamdani kepada CNNIndonesia.com, Kamis (14/5).

Menurut Deden, pimpinan perusahaan tidak memiliki itikad baik dalam sejumlah perundingan terkait pembayaran gaji dan THR. Diungkapkan Deden, perusahaan beradih tidak memiliki uang. Pahahal, lanjutnya, proses impor, ekspor, hingga produksi masih tetap berjalan.
Atas dasar itu, karyawan lantas melakukan mogok kerja sejak Senin (11/5) dan akhirnya menggelar aksi demo pada Rabu (13/5).


Deden mengatakan bahwa ada tiga karyawan yang sempat pingsan saat ikut dalam aksi yang dihelat Rabu malam (13/5). Ketiganya kemudian dilarikan ke rumah sakit untuk mendapatkan perawatan medis.

"Aksi tetap berlanjut sampai jam 8 malam pun pengusaha tetap berkukuh dengan keputusan sepihaknya itu," ucap Deden.
Sementara itu, Kepala Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi Kabupaten Subang, Kusman Yuhana menuturkan pihaknya telah berkomunikasi dengan pihak perusahaan ihwal tuntutan yang diminta oleh para karyawan.

"Kalau menurut perusahaan itu hasil dari buyer tidak dibayar dan sebagainya itu masalahnya, tapi didesak terus oleh saya, akhirnya menyanggupi pembayaran," ujar Kusman.

Perusahaan, kata Kusman, menyanggupi untuk membayar gaji karyawan sebesar 50 persen pada tanggal 20 Mei dan sisanya dibayarkan di akhir bulan.

Kemudian untuk THR, perusahaan menyanggupi memberikan sebesat 20 pesen pada tanggal 20 Mei dan sisanya akan dibayarkan paling lambat di bulan Oktober.

"Tetapi tetap namanya karyawan kan mungkin bukan itu yg diharapkan jadi mereka itu agak sedikit kecewa karena seharusnya mungkin gaji full mau lebaran," tuturnya.

Lebih lanjut, Kusman memastikan hari ini seluruh karyawan juga telah kembali bekerja dan aksi demo tidak lagi digelar.

"Saya pantau tadi sesuai kesepakatan (karyawan sudah kembali bekerja)," kata Kusman.
(dis/bmw)

[Gambas:Video CNN]