Diketahui, KPK sempat mengembalikan Rossa ke Polri pada Januari di tengah penanganan kasus suap Harun dan Komisioner KPU Wahyu Setiawan. Pengembalian ini menuai polemik mengingat masa tugasnya adalah sampai September 2020.
Pelaksana Tugas Juru Bicara Penindakan KPK, Ali Fikri, mengatakan penugasan kembali Rossa di lembaganya itu berdasarkan Rapat Pimpinan tanggal 6 Mei 2020.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"KPK memutuskan telah meninjau kembali dan membatalkan serta menyatakan tidak berlaku surat Keputusan Sekretaris Jenderal KPK Nomor 123 Tahun 2020 tentang Pemberhentian Dengan Hormat Pegawai Negeri yang Dipekerjakan pada KPK atas nama Rossa Purbo Bekti terhitung mulai tanggal 1 Februari 2020," tuturnya, dalam keterangan tertulis, Kamis (14/5).
Ketua KPK Firli Bahuri dan 4 pimpinan KPK lainnya butuh lebih dari 2 bulan untuk mengiyakan surat Kapolri soal penugasan kembali Rossa. (ANTARA FOTO/Sigid Kurniawan/aww.) |
"Saat ini hak-hak Kepegawaian Rossa Purbo Bekti telah kembali sebagaimana sebelum diterbitkannya Keputusan Sekjen KPK Nomor 123 Tahun 2020 tersebut.
Terpisah, Ketua Wadah Pegawai KPK, Yudi Purnomo Harahap, mengatakan Rossa sudah mulai bekerja di Gedung Merah Putih. Ia pun menghargai peran pimpinan KPK, Dewan Pengawas KPK, Mabes Polri dalam kasus ini.
"Alhamdulillah kabar baik dan bahagia datang di bulan Ramadan yang penuh berkah ini. Tadi kami lihat Mas Rossa Purbo Bekti sudah kembali aktif dan bekerja di KPK," kata dia, melalui keterangan tertulis, Kamis (14/5).
Surat itu sampai ke Pimpinan KPK pada 14 Januari 2020. Keesokan harinya, pimpinan KPK mendisposisi atau menindaklanjuti surat dengan menyetujui penarikan.
Pada 21 Januari, pimpinan KPK menandatangani surat pengembalian Rossa ke Polri dan mengembalikannya ke Polri lewat surat pimpinan KPK tanggal 24 Januari 2020. Surat itu telah diterima Polri pada hari yang sama.
Dalam perjalanannya, Wakapolri Komjen Gatot Eddy Pramono meneken surat pembatalan penarikan tertanggal 21 Januari 2020. Namun, surat itu diterima KPK pada 28 Januari 2020.
[Gambas:Video CNN]
Merespons surat pembatalan penarikan oleh Polri tersebut, pimpinan KPK sepakat tetap pada keputusan pada 15 Januari 2020, yakni menyetujui permintaan Polri menarik Rossa.
Pengembalian ini berujung kepada protes. Bahkan, Wadah Pegawai KPK telah melaporkan Firli Bahuri Cs ke Dewan Pengawas KPK.
Yudi menuturkan bahwa terdapat dugaan tindakan yang tidak sesuai dengan prosedur dan berpotensi melanggar etik terhadap pengembalian Rossa.
Rossa, kata Yudi, juga tidak pernah dinyatakan melakukan pelanggaran etik yang notabene menjadi unsur pengembalian paksa ke instansi asal.
Akibat polemik penarikan ini, katanya, Rossa sempat tak mendapat hak-hak kepegawaiannya di KPK.
(ryn/arh)
Ketua KPK Firli Bahuri dan 4 pimpinan KPK lainnya butuh lebih dari 2 bulan untuk mengiyakan surat Kapolri soal penugasan kembali Rossa. (ANTARA FOTO/Sigid Kurniawan/aww.)