DPR Tegur Polisi Kokang Senjata: Bukan Buat Gagah-gagahan

CNN Indonesia | Jumat, 15/05/2020 14:41 WIB
Anggota Komisi III DPR RI Ahmad Sahroni saat ditemui di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta pada Kamis (23/1). Wakil Ketua Komisi III DPR Ahmad Sahroni. (CNN Indonesia/Martahan Sohuturon)
Jakarta, CNN Indonesia -- Wakil Ketua Komisi III DPR Ahmad Sahroni menyayangkan aksi seorang polisi mengokang senjata lalu mengeluarkan perkataan 'Pacarmu ganteng, kaya, bisa gini gak?' yang viral di media sosial.

Sahroni meminta Polri menindak anggota polisi yang bersangkutan. Dia mengingatkan kepolisian diamanatkan memegang senjata untuk menjaga keamanan, bukan untuk dipamerkan.


"Polisi juga harus bijak dalam menggunakan senjata, bukan untuk dipakai untuk gagah-gagahan di depan publik, walaupun hanya bercanda. Harus ada pembinaan di kalangan polisi soal ini," kata Sahroni kepada wartawan, Jumat (15/5).


Politikus dari Fraksi NasDem ini meminta Polri membenahi pembinaan terhadap para polisi muda. Dia menuturkan para polisi muda harus jadi teladan di masyarakat, bukan memicu kegaduhan dengan memamerkan senjata dinas.

Ia juga menyesalkan polisi yang diketahui berinisial Bripda GAP malah memidanakan pengunggah video. Dia meminta kepolisian menyelesaikan kasus tersebut secepatnya.

"Ngapain sih lapor-lapor? Itu kan hanya posting biasa saja, polisi juga jangan antikritik. Lagi pula memang senjata itu tanggung jawabnya besar, bukan cuma untuk keren-kerenan atau ganteng-gantengan," ujarnya.

Terpisah, Anggota Komisi III DPR RI Arsul Sani mendesak Polri untuk tidak menindaklanjuti laporan Bripda GAP terhadap pengunggah video.

Arsul khawatir publik memaknainya dengan polisi cepat memproses laporan anggota. Sementara mengabaikan aduan dari masyarakat.

"Jika hal-hal seperti itu diproses hukum secara berlanjut, maka itu akan membuat citra polisi justru negatif di mata publik," kata Arsul kepada wartawan. (dhf/wis)

[Gambas:Video CNN]