Sahroni meminta Polri menindak anggota polisi yang bersangkutan. Dia mengingatkan kepolisian diamanatkan memegang senjata untuk menjaga keamanan, bukan untuk dipamerkan.
"Polisi juga harus bijak dalam menggunakan senjata, bukan untuk dipakai untuk gagah-gagahan di depan publik, walaupun hanya bercanda. Harus ada pembinaan di kalangan polisi soal ini," kata Sahroni kepada wartawan, Jumat (15/5).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Ia juga menyesalkan polisi yang diketahui berinisial Bripda GAP malah memidanakan pengunggah video. Dia meminta kepolisian menyelesaikan kasus tersebut secepatnya.
Terpisah, Anggota Komisi III DPR RI Arsul Sani mendesak Polri untuk tidak menindaklanjuti laporan Bripda GAP terhadap pengunggah video.
"Jika hal-hal seperti itu diproses hukum secara berlanjut, maka itu akan membuat citra polisi justru negatif di mata publik," kata Arsul kepada wartawan. (dhf/wis)