Terlilit Utang, Pedagang Potong Jari Sendiri Klaim Dibegal

CNN Indonesia | Sabtu, 16/05/2020 00:19 WIB
Robber stealing businesswomans bag on the middle of the street at night. Ilustrasi begal. (Istockphoto/South_agency).
Medan, CNN Indonesia -- Demi terbebas dari kejaran utang, Erdina Boru Sihombing (54), warga Kecamatan Medan Area, Medan, Sumatera Utara, merekayasa kasus pembegalan dengan memotong jari sendiri. Saat kebohongan terungkap, ia sendiri ditetapkan sebagai tersangka.

Pada Jumat (1/5) sekitar pukul 04.00 WIB, Erlina mengaku tengah dalam perjalanan menumpang becak motor menuju ke Pasar MMTC, Jalan Pancing, untuk berjualan cabai.

Di tengah jalan, dia mengalami pembegalan sadis di Jalan AR Hakim, Kelurahan Bantan, Kecamatan Medan Tembung, Medan. Ia menyebutkan pelakunya adalah dua pria yang menaiki sepeda motor dengan berboncengan.


Saat dibawa ke rumah sakit, empat jari tangan kirinya diketahui putus dan mengeluarkan banyak darah. Kepada polisi, ia melaporkan pembegalan dengan menggunakan senjata tajam. Akibat insiden itu, dia kehilangan uang Rp4 juta, tas, dan ponsel.

Polisi kemudian memulai penyelidikan. Semua alat bukti dan keterangan, seperti perangkat teknologi informasi dan kamera CCTV, dikumpulkan. Namun, petugas tidak juga mendapatkan keterangan yang mendukung bahwa telah terjadi peristiwa sadis tersebut.

"Setelah dilakukan penyelidikan dengan melakukan pengecekan sejumlah alat-alat bukti maupun saksi-saksi, ternyata tidak ditemukan apapun yang sesuai dengan keterangan Erdina," kata Kapolda Sumut Irjen Pol Martuani Sormin, dalam keterangannya, Jumat (15/5).

CCTV yang memantau sistem electronic road pricing (ERP) di jalan Medan Merdeka, Jakarta (14/11) . Pemprov DKI Jakarta berencana melarang motor melintas dijalur  sistem jalan berbayar atau electronic road pricing (ERP) tersebut. (CNN Indonesia/ Hesti Rika)Polisi tak menemukan bukti ada pembegalan lewat CCTV. (CNN Indonesia/Hesti Rika)
Aparat mulai curiga. Penelusuran dilakukan hingga ditemukan bukti bahwa Erdina sendiri yang merekayasa kasus pembegalan itu. Pedagang cabai tersebut diketahui berbohong menjadi korban begal dan sengaja memotong sendiri jari tangannya.

"Setelah dilakukan investigasi lebih lanjut, diketahui lah bahwa peristiwa tersebut tidak pernah terjadi, melainkan hanya rekayasa dari korban sendiri. Pelaku menebas jarinya dengan menggunakan pisau daging," ungkap dia.

"Ternyata keterangan dari ibu Erdina Boru Sihombing tidak sesuai dengan kenyataan," Martuani menambahkan.

Usai mendalami lebih jauh soal motif kebohongan itu, kepolisian mengetahui bahwa Erdina tengah terlilit hutang. Dia ingin para pemberi utang merasa iba dengan kondisinya.

"Jadi tersangka ini terlilit hutang. Aksi yang dilakukan pelaku ini dilakukannya dalam keadaan sadar," ujarnya.

Selain itu, diketahui bahwa Erdina ingin mendapatkan asuransi dengan jalan menebas jarinya sendiri. Usai berbuat nekat itu, pelaku membuang jari-jarinya sendiri ke parit.

Pangdam I Bukit Barisan Mayjen TNI MS Fadhilah dan Kapolda Sumut Irjen Martuani Sormin (CNNIndonesia/FNR)Kapolda Sumut Irjen Martuani Sormin (kedua kanan) menyebut Erdina dijerat pasal laporan palsu. (CNNIndonesia/FNR)
"Setelah menebas jarinya hingga putus, dia pun memasukkannya ke dalam kantong plastik lalu ia membuangnya ke parit. Hingga saat ini petugas kami masih melakukan penyelidikan. Karena anggota tubuh tentu tersebut harus dikuburkan," paparnya.

Atas aksi rekayasa itu, Erdina dijerat dengan Pasal 242 KUHPidana dengan ancaman 7 tahun penjara terkait laporan palsu. Wanita tersebut juga telah ditahan.

"Dan hari ini, kita secara resmi menyatakan bahwa Erlina Boru Sihombing resmi menjadi tersangka dan ditahan," pungkas Martuani.

[Gambas:Video CNN]

(fnr/arh)