Rapid Test di 18 Pasar Makassar, 204 Pedagang Reaktif Corona

CNN Indonesia | Jumat, 15/05/2020 21:15 WIB
Petugas melakukan pemeriksaan cepat COVID-19 (Rapid Test) terhadap warga di Pasar Keputran, Surabaya, Jawa Timur, Selasa (12/5/2020). Pemeriksaan cepat terhadap sejumlah  pedagang dan buruh di pasar induk itu guna mengetahui kondisi kesehatan mereka serta untuk mencegah penyebaran virus Corona (COVID-19). ANTARA FOTO/Didik Suhartono/hp. Ilustrasi rapid test corona terhadap pedagang di pasar tradisional (ANTARA FOTO/Didik Suhartono)
Makassar, CNN Indonesia -- Pemerintah Kota Makassar, Sulawesi Selatan melakukan rapid test massal terhadap pedagang di 18 pasar induk. Hasilnya, 204 pedagang reaktif virus corona (Covid-19).

"Selama empat hari rapid test massal di 18 pasar induk, sebanyak 204 pedagang yang dinyatakan reaktif untuk selanjutnya mengikuti program wisata Covid di hotel," kata Kepala Dinas Kesehatan Kota Makassar, Naisyah Tun Asikin Naisyah Tun Asikin, di Pasar Butung, Makassar, Jumat, (15/5).

Rinciannya, kata Naisyah, di hari pertama rapid test massal sebanyak 21 yang reaktif, hari kedua ada 44 reaktif, hari ketiga ada 78 reaktif dan hari ke empat hari ini ada 61 reaktif. Mereka semua berkegiatan di Pasar Butung, Pasar Sawah, Pasar Niaga Daya dan pasar Mandai.
Dengan demikian, total ada 204 pedagang reaktif. Pedagang yang menjalani rapid test di keempat pasar itu sendiri berjumlah 1.914.


Rapid test merupakan tes yang digunakan sebagai screening awal untuk mendeteksi Covid-19. Pada hasil rapid test yang Reaktif akan dilakukan pemeriksaan konfirmasi lebih lanjut dengan metode Polymerase Chain Reaction (PCR).

Penjabat Wali Kota Makassar, Yusran Jusuf mengatakan, rapid test ini bagian dari upaya pemerintah kota setempat untuk mendeteksi keberadaan virus agar segera dilakukan isolasi. Rumah sakit serta hotel untuk isolasi sudah disiapkan.

"Pekerjaan Rumah kita hanya menemukan yang career (pembawa virus). Fakta yang kita temukan, jika ada saudara kita yang terpapar virus kemudian segera dirawat secara medis itu kecenderungannya cepat sembuh, bahkan ada yang hanya tujuh hari sudah sembuh" ujar Yusran Jusuf.
(svh/bmw)

[Gambas:Video CNN]