Kapal Bawa Camat Pulau Banda Hilang Kontak di Perairan Maluku

CNN Indonesia | Senin, 18/05/2020 12:42 WIB
Kapal motor pompong melintas di pulau Sedanau, Kabupaten Natuna, Kepulauan Riau, Kamis (3/8). ANTARA FOTO/M Agung Rajasa/17. Foto ilustrasi. (ANTARA FOTO/M Agung Rajasa)
Maluku, CNN Indonesia -- Kapal motor (KM) Banda Bahari 01 milik Kecamatan Pulau Banda, Kabupaten Maluku Tengah hilang kontak di perairan Maluku. Kapal tersebut membawa lima penumpang dari Pelabuhan Tehoru, Pulau Seram menuju Pulau Banda.

Kepala Kantor Badan Pencarian dan Pertolongan (Basarnas) Ambon, Muslimin mengatakan lima penumpang tersebut, antara lain Camat Pulau Banda, Abdul Kadir (48), Ari (25), Edo (30), Aidin (34) dan Saada Alkatiri (47).

Muslimin menjelaskan kapal bertolak dari Pelabuhan Tehoru, pukul 11.00 WIT, Minggu (17/5) dan diperkirakan tiba sekitar pukul 15.00 WIT di Pelabuhan Pulau Banda.


"Pada pukul 23.50 WIT malam kapal belum tiba di banda setelah menerima laporan dari sekretaris camat," kata Muslimin melalui pernyataan resmi, Senin (18/5).

Saat ini, kata Muslimin, tim gabungan Basarnas tengah melakukan pencarian di sekitar perairan antara Pulau Seram dan Pulau Banda. Pencarian sempat terkendala cuaca buruk dan gelombang tinggi di perairan tersebut.

"Saat ini kami melakukan penambahan pasukan dari Ambon menggunakan KN Wibisan 7013 menuju lokasi pencarian, ini dilakukan lantaran kondisi cuaca di sana kurang membaik," ujarnya.

Sebelumnya, KM Banda Bahari 01 itu melakukan perjalanan dari pelabuhan Pulau Banda sekitar pukul 06.00 WIT, Minggu (17/5). Kapal dengan panjang sekitar 13 meter dan lebar 3 meter tiba di Pelabuhan Tehoru sekitar pukul 10.00 WIT.

Setelah bersandar, kapal yang membawa lima orang penumpang salah satunya Camat Pulau Banda, Abdul Kadir bertolak lagi menuju Pelabuhan Banda sekitar pukul 11.00 WIT. Di tengah perjalanan Abdul Kadir sempat menelepon sekretaris camat terkait kondisi cuaca di tengah laut. (sai/fra)


[Gambas:Video CNN]
TOPIK TERKAIT
REKOMENDASI
LAINNYA DI DETIKNETWORK