Kepala BNN Provinsi Jawa Tengah Benny Gunawan mengatakan modus yang digunakan para pelaku menggunakan boneka yang diisi narkoba dan kemudian dibawa ke luar kota dengan mobil pick up yang mengangkut sembako.
Modus baru ini terungkap setelah petugas meringkus tersangka RS alias Sambungan dan SH alias Wezrex, keduanya warga Desa Panjang Wetan Kota Pekalongan.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Dari tersangka RS, diperoleh keterangan bila narkoba didapat dari tersangka SH, yang kemudian ditangkap di Batang. "Terus kita kembangkan, keduanya ternyata dikendalikan oleh tersangka DOK, napi di Lapas Pati. Kita sinergikan dengan kemenkumham dan Lapas, berhasil kita seret tersangka DOK," kata Benny.
Dari penyelidikan, tersangka RS dan SH ternyata dikendalikan oleh Widodo alias DOK, salah satu napi yang masih menjalani hukuman di Lembaga Pemasyarakatan Klas II B Pati.
"Saat masa pandemi dan larangan mudik, jaringan ini tak kehilangan akal," katanya.
Kata dia, narkoba dimasukkan ke boneka yang sudah dilubangi dan kemudian ditutupi dengan busa atau kapasnya. Untuk bisa sampai Pekalongan dengan aman, Boneka berisi narkoba dibawa dengan mobil pengangkut bantuan sosial.
"Tentu saja, tidak ada kecurigaan dan polisi yang bertugas di Pos penyekatan tidak akan menduga ada boneka berisi narkoba. Yang dilihat pastinya hanya tumpukan beras," kata Benny.