"Di Pelabuhan Ketapang Banyuwangi jumlah pemudik dari wilayah Timur Indonesia sudah lebih dari ribuan orang. Para pemudik yang merupakan warga perantau dari berbagai kota Jawa Timur ini didominasi oleh penumpang pejalan kaki," dikutip dari siaran CNNIndonesia TV, Selasa (19/5).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Sigit, salah satu perantau asal Kabupaten Nganjuk, Jawa Timur mengaku tidak punya pilihan lain selain mudik ke kampung halaman. Ia juga belum mengetahui kapan kembali lagi ke Bali.
Sebelumnya, sebanyak 861 orang menyeberang melalui Pelabuhan Bakauheni, Lampung, kemudian bersandar di Pelabuhan Merak, Banten pada Senin (18/5).
Ratusan penumpang itu kemudian ditampung di lantai dua Terminal Terpadu Merak yang berjarak sekitar 500 meter dari pelabuhan.
Pemerintah sampai hari ini belum mencabut larangan mudik untuk mencegah penyebaran virus corona. Kebijakan itu telah berlaku sejak 24 April lalu dan berakhir pada 31 Mei mendatang.
Namun dalam beberapa pekan terakhir, kebijakan mudik tersebut mengalami pelonggaran. Warga diizinkan pulang kampung dalam situasi darurat namun harus menyertakan surat izin keterangan dari tiga instansi, yakni Gugus Covid-19, Dinas Perhubungan dan Kepolisian. (khr/wis)