PSBB Jakarta Diperpanjang, Anies Tekan Penularan Corona DKI

CNN Indonesia | Rabu, 20/05/2020 13:18 WIB
Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan meninjau kesiapan lokasi isolasi sementara penanganganCOVID-19 di Gedung Balai Latihan Kesenian Tanah Abang, Jakarta Pusat, Minggu (17/5/2020). Gedung tersebut akan digunakan sebagai tempat isolasi sementara bagi warga yang hasil tes cepatnya (rapid test) reaktif. ANTARA FOTO/Sigid Kurniawan/aww. Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan berharap penerapan PSBB tahap tiga bisa menekan penularan virus corona di Ibu Kota. (ANTARA FOTO/Sigid Kurniawan)
Jakarta, CNN Indonesia -- Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan kembali memperpanjang penerapan pembatasan sosial berskala besar (PSBB) di Jakarta hingga 4 Juni untuk memutus mata rantai penyebaran virus corona (Covid-19). Pelaksanaan tahap ketiga ini diharapkan menjadi yang terakhir.

Anies mengklaim selama pelaksanaan PSBB, tahap pertama dari 10 April hingga tahap kedua yang berakhir pada 22 Mei, penyebaran virus corona di Ibu Kota mulai menurun.

Klaim Anies tersebut berdasarkan data reproduction number yang semakin menurun selama pemberlakuan PSBB. Reproduction number adalah jumlah orang dalam suatu populasi yang dapat terinfeksi oleh seseorang pada waktu tertentu.


"Di bulan Maret, angka reproduction kita itu 4. Empat itu artinya, satu orang bisa menularkan kepada empat orang. Itulah sebabnya mengapa penularannya menjadi intensif tinggi. Kami harus menurunkan itu," kata Anies dalam jumpa pers di Balai Kota (19/5).

Data yang dikemukakan Anies merupakan hasil kajian Tim Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Indonesia yang diestimasi metode Bayesian. Dari hasil kajian, jumlah reproduction number di Jakarta per harinya sejak 14 Maret hingga 17 Mei menurun.

Pada pelaksanaan PSBB tahap pertama, angka reproduction number di Jakarta masih berada di sekitar angka 1,5. Namun, angka tersebut mulai menurun dalam pelaksanaan PSBB tahap kedua.

Dari tanggal 4 hingga 17 Mei, jumlah reproduction number di Jakarta stabil di angka 1,08 hingga 1,11. Menurut Anies, idealnya reproduction number berada di bawah angka 1.

"Kalau di bawah satu artinya tidak lagi menularkan. Kalau satu artinya, satu orang menularkan kepada satu orang," ujarnya.

Mantan menteri pendidikan dan kebudayaan itu mengatakan perlu kerja sama masyarakat dalam menurunkan angka reproduction number selama PSBB. Salah satunya dengan tetap berada di rumah untuk memutus mata rantai penyebaran virus.

Berdasarkan data FKM UI, sejak pertengahan Maret jumlah warga Jakarta yang berada di rumah sudah mencapai 60 persen. Angka itu melonjak signifikan, dari 40 persen ke 60 persen ketika ada imbauan belajar, bekerja, dan beribadah di rumah.

Dibanding Jawa Tengah, Jawa Barat, Jawa Timur, dan Banten jumlah warga Jakarta yang berada di rumah juga lebih tinggi. Rata-rata jumlah warga di empat provinsi itu yang berada di rumah selama pandemi bahkan di bawah 50 persen.

"Di antara seluruh provinsi di Jawa, lompatan di Jakarta paling tinggi. Artinya apa? Artinya ada keseriusan warga di Jakarta untuk menangkis penularan dengan cara berada di rumah," katanya.

Kendati begitu, Anies menyebut, sejak hari pertama bulan Ramadan yang jatuh pada tanggal 24 April, jumlah warga yang keluar rumah kembali tinggi. Jumlah laporan kasus positif virus corona per hari pun mengalami peningkatan kembali pada bulan Mei.

"Sore hari, malam hari tetap berada di rumah. Ini tujuan kita adalah membawa jumlah kasus positif per hari itu turun. Ini laporan kasusnya harus turun. Sekarang laporan kasusnya itu naik," kata dia.

Anies memutuskan untuk memperpanjang PSBB di Jakarta hingga 4 Juni 2020. Ia berharap perpanjangan yang kedua ini menjadi yang terakhir.

Sementara hingga Selasa (19/5) kasus positif virus corona di DKI pada tercatat 6.053 kasus. Dari jumlah itu 1.417 pasien dinyatakan sembuh dan 487 orang lainnya meninggal dunia. (dmi/fra)

[Gambas:Video CNN]
TOPIK TERKAIT
REKOMENDASI
LAINNYA DI DETIKNETWORK