"Juga ada patroli. Jadi ada petugas yang bergerak mobile, sehingga begitu ada indikasi terjadi mudik lokal, kami akan lakukan penghentian kendaraannya, bisa mobilnya kami derek dan kami pindahkan," kata Kepala Dinas Perhubungan DKI Jakarta Syafrin Liputo saat dikonfirmasi, Rabu (20/5).
Ia mengatakan, sejak awal Pemerintah Provinsi DKI Jakarta sudah tegas melarang pergerakan masyarakat di wilayah Jabodetabek dalam hal mudik lokal. Pihaknya juga sudah menyiapkan 33 lokasi check point untuk memantau pergerakan orang.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Kemudian di Stasiun Jatinegara, Stasiun Pasar Senen, Stasiun Gambir, Stasiun Jakarta Kota, dan Stasiun Tanjung Priok. Berikutnya Terminal Kampung Melayu, Terminal Senen, Terminal Tanjung Priok, Terminal Pulo Gebang, Terminal Kampung Rambutan, dan Terminal Kalideres.
Pos pemantauan larangan mudik juga disiapkan di Gerbang Tol Cikarang Barat dan Gerbang Tol Cikupa. Sementara, 10 titik check point lainnya hanya akan memantau pelanggaran PSBB.
Untuk memantau apakah orang itu akan mudik atau tidak, Syafrin menyebut, petugas di lapangan hanya akan mengecek pakaian yang akan dikenakan saat berpergian.
"Misalnya yang bersangkutan masih menggunakan gamis, berarti itu tidak akan melakukan kegiatan untuk pemenuhan kebutuhan sehari-hari. Atau yang bersangkutan pakai baju koko, atau masih sarungan," jelas dia.
Anies pun menegaskan bahwa selama PSBB berlaku, tidak boleh ada warga yang melakukan mudik lokal atau sekadar bersilaturahmi pada Hari Raya Idul Fitri. Seluruh masyarakat harus tetap berada di rumah dan tidak berpergian.
"Jangan ada mudik lokal, yang boleh adalah mudik virtual," kata Anies beberapa waktu lalu. (dmi/osc)