Sebby menjelaskan kronologis perampasan senjata tersebut. Kata dia, perampasan senjata terjadi Senin (18/5). Perampasan empat senjata, menurut Sebby, dilakukan oleh kelompok pimpinan Ton Tabuni.
"Pasukan TPNPB-OPM telah menembak mati empat anggota tentara Indonesia. Penembakan juga dilakukan terhadap satu orang warga Papua disebut sebagai mata-mata TNI/Polri," kata Sebby dalam keterangan tertulisnya.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Kemudian, pada Tanggal 21 Mei 2020, di Distrik Bilae, Kampung Pogapa Kabupaten Paniai Enarotali, TPNBP-OPM kembali terlibat baku tembak dengan aparat TNI-Polri. Namun, baku tembak dilakukan oleh kelompok Yoniut Kogeya.
Korban mengalami luka tembak pada bagian perut dan leher sehingga saat ini kondisi korban tidak sadarkan diri.
Kapendam XVII/Cenderawasih Kolonel Cpl Eko Daryanto mengatakan saat kejadian, Anggota TNI Satgas Pengamanan PTFI yang berjaga di Pos Mile 59 (Ketinggian Tower) dan Mile 61 (Ketinggian sebelah kanan kandang Gajah) mendengar suara tembakan rentetan Senjata Api laras panjang di sekitaran Mile 62, Distrik Tembagapura.
Anggota TNI itu kata Eko langsung bergegas mencari lokasi tempat suara tembakan berlangsung.
"Sampai di lokasi kejadian Tim Aparat Gabungan TNI/Polri menemukan warga sipil yang sudah tergeletak tidak sadarkan diri dengan luka tembakan di perut dan leher," kata Eko.