Data Corona Indonesia: 49.958 ODP dan 11.495 PDP

CNN Indonesia | Sabtu, 23/05/2020 19:50 WIB
Tenaga Kesehatan memeriksa warga di Kota Sorong, Papua Barat, Jumat (3/4/2020). Tim Satgas COVID-19 Kota Sorong melakukan pemeriksaan kesehatan kepada puluhan Orang Dalam Pemantauan (ODP) yang satu lingkungan dengan dua orang Pasien Dalam Pengawasan (PDP) yang dinyatakan positif corona. Data terakhir pada Kamis (2/4/2020) tercatat dua orang PDP meninggal dunia, empat PDP masih dirawat dan tiga PDP selesai dalam pengawasan serta 97 Orang Dalam Pemantauan (ODP).  ANTARA FOTO/Olha Mulalinda/pras. Jumlah ODP dan PDP masih terus meningkat dari hari sebelumnya. Ilustrasi (ANTARA FOTO/OLHA MULALINDA)
Jakarta, CNN Indonesia -- Jumlah orang dalam pemantauan (ODP) dan pasien dalam pengawasan (PDP) terkait virus corona (Covid-19) di Indonesia kembali meningkat pada Sabtu (23/3). ODP yang masih dipantau naik 2.808 orang menjadi 49.958, sementara PDP bertambah 467 orang menjadi 11.495.

"Pemantauan yang kita laksanakan terkait ODP sampai saat ini masih ada 49.958 sedang dalam proses pemantauan, sedang yang diawasi dari pasien sampai saat ini sebanyak 11.495 orang," ujar Juru Bicara Pemerintah untuk Penanganan Virus Corona (Covid-19) Achmad Yurianto dalam keterangan pers di Graha BNPB, Jakarta, Sabtu (23/5).

Yuri kembali berpesan agar warga mematuhi segala imbauan pemerintah baik terkait protokol kesehatan, larangan mudik, larangan salat Idul Fitri berjemaah di lapangan maupun masjid serta tradisi takbir keliling di jalan raya.


Ia menyebut kurva positif Covid-19 di Indonesia masih belum melandai. Menurutnya, kesadaran pribadi warga masih belum sepenuhnya terlaksana dalam upaya membantu negara memutus rantai penyebaran Covid-19.

"Gambaran inilah yang kemudian kita dapatkan, bahwa penularan masih saja terus terjadi," kata dia.

Selain itu, Provinsi Jawa Timur kembali mencatat lonjakan atau tambahan kasus positif Covid-19 harian tertinggi, dengan tambahan sebanyak 466 kasus.

Merespons temuan kenaikan angka tersebut, Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa kembali menegaskan serta melarang warganya pulang kampung sebagai upaya menekan laju penyebaran Covid-19.

Berdasarkan data angka pemudik dari 16 Maret-22 Mei, sebanyak 460 ribu orang tiba di wilayah Jawa Timur.

Sementara, penyebaran virus corona di Indonesia masih belum melandai. Oleh karena itu, pemerintah mengimbau masyarakat tetap di rumah saja demi menekan laju penularan corona.

Baru-baru ini tercatat klaster penularan baru transmisi lokal di kawasan Pasar Ikan Rejomulyo, Semarang, Jawa Tengah. Puluhan pedagang dinyatakan positif terinfeksi virus corona. Pasar ikan tersebut akhirnya ditutup. (khr/fra)

[Gambas:Video CNN]