466 Kasus Baru, Jatim Catat Lonjakan Tertinggi Hari Ini

CNN Indonesia | Sabtu, 23/05/2020 18:11 WIB
Petugas medis bersiap melakukan tes diagnostik cepat COVID-19 (Rapid Test) di Pasar Sore Manukan, Surabaya, Jawa Timur, Jumat (22/5/2020). Tes diagnostik cepat terhadap sejumlah pedagang di pasar itu guna mengetahui kondisi kesehatan mereka sebagai upaya untuk mencegah penyebaran virus Corona (COVID-19). ANTARA FOTO/Didik Suhartono/wsj. Jawa Timur menjadi provinsi dengan lonjakan kasus baru tertinggi pada hari ini, Sabtu (23/5).. Ilustrasi (ANTARA FOTO/Didik Suhartono)
Jakarta, CNN Indonesia -- Kasus positif terinfeksi virus corona (Covid-19) di Jawa Timur (Jatim) kembali bertambah signifikan per Sabtu (23/5). Berdasarkan laporan harian Covid-19 Kementerian Kesehatan, terjadi penambahan 466 kasus positif virus corona di Jatim.

Dengan demikian, Jatim menjadi provinsi dengan jumlah kenaikan kasus positif virus corona tertinggi dibandingkan 33 provinsi lainnya pada hari ini. Secara kumulatif, jumlah kasus positif virus corona mencapai 3.595 kasus.

Sehari sebelumnya kasus baru positif virus corona di Jatim hanya bertambah 131 kasus. Sementara pada Kamis (21/5), kasus positif corona di Jatim naik mencapai 502 kasus.


Provinsi lain yang menyumbang kasus baru positif virus corona antara lain, DKI Jakarta 115 kasus, Sulawesi Selatan 59 kasus, Papua 57 kasus, Jawa Tengah 54 kasus, Jawa Barat 43 kasus, Sumatera Selatan 32 kasus.

Kemudian Kalimantan Barat 28 kasus, Kalimantan Selatan 18 kasus, Papua Barat dan Nusa Tenggara Barat masing-masing 10 kasus, dan beberapa daerah lain yang memiliki kasus baru tak lebih dari 9 kasus.

Sementara itu, terdapat 11 provinsi di Indonesia yang tidak mencatat penambahan kasus positif virus corona. Daerah tersebut antara lain, Aceh, Banten, Bengkulu, Jambi, Kalimantan Utara.

Selanjutnya Lampung, Maluku Utara, Maluku, Sulawesi Barat, dan Nusa Tenggara Timur. Jika ditotal secara nasional terjadi penambahan 949 kasus baru positif virus corona dari hari sebelumnya.

Merespons kenaikan drastis kasus positif, Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa melarang warganya mudik ke kampung halaman untuk menekan penyebaran virus corona. Khofifah menyebut masyarakat yang berada di episentrum Covid-19 adalah orang dengan risiko (ODR)

"Lebaran tahun ini kita semua memang harus sabar dan bisa menahan diri untuk tidak ke kampung dulu, untuk tidak mudik dulu," kata Khofifah, Sabtu (23/5).

Khofifah melaporkan sebanyak 460 ribu pemudik telah masuk wilayahnya jelang Hari Raya Idul Fitri tahun ini terhitung 16 Maret sampai 22 Mei. Meskipun demikian, ia mengaku pihaknya telah menyiapkan lokasi observasi di kampung-kampung.

Lonjakan kasus tertinggi terjadi di Jatim pada Kamis (21/5) lalu atau ketika angka penambahan kasus positif menjadi rekor tertinggi harian sejak awal Maret 2020. Ketika itu dilaporkan kasus baru positif corona mencapai 973 orang.

Hingga hari ini, jumlah kumulatif kasus positif virus corona di Indonesia mencapai 21.745 orang. Dari angka tersebut 1.351 orang meninggal dunia dan 5.249 orang lainnya dinyatakan pulih. (khr/fra)

[Gambas:Video CNN]