Refleksi Imam Masjid Istiqlal atas Ramadan di Tengah Corona

CNN Indonesia | Sabtu, 23/05/2020 21:03 WIB
Imam Besar Masjid Istiqlal Nasaruddin Umar menuturkan pertemuannya bersama Presiden Joko Widodo hanya membicarakan keberagaman. Imam Besar Masjid Istiqlal Nasaruddin Umar. (CNN Indonesia/Christie Stefanie)
Jakarta, CNN Indonesia -- Imam Besar Masjid Istiqlal KH Nasaruddin Umar mengungkapkan kesannya atas pelaksanaan ibadah selama Ramadan 1441 Hijriah tahun ini.

Nasaruddin mengatakan pelaksanaan ibadah selama Ramadan terlihat sepi karena sejumlah pembatasan demi menekan penularan virus corona (Covid-19). Tak terkecuali di Masjid Istiqlal, Jakarta Pusat.

Nasaruddin meminta maaf kepada umat Islam dari berbagai daerah yang biasanya menunaikan ibadah dari wajib hingga sunah di masjid yang berada di jantung ibu kota RI tersebut.


"Tiga tahun terakhir, Masjid Istiqlal mencapai rekor, Masjid Istiqlal pada 10 malam terakhir Ramadan selalu penuh sampai lantai puncak," ucap Nasaruddin membuka acara bertajuk Takbir Virtual Nasional dan Pesan Idulfitri 1441 Hijriah dari Masjid Istiqlal, Jakarta, Sabtu (23/5) malam. 

"Dari berbagai penjuru tempat datang ke Masjid Istiqlal, tapi sebaliknya sepanjang Ramadan ini, kami mohon maaf, kami tidak membuka pintu masjid untuk salat berjemaah," sambungnya. 

Ia mengatakan tak dibukanya pintu Istiqlal kepada umat selama Ramadan ini tak lepas dari tuntutan pengurus Masjid Istiqlal untuk menaati protokol kesehatan selama Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) di DKI Jakarta.

PSBB adalah metode yang dipilih pemerintah pusat untuk diterapkan di daerah-daerah yang telah disetujui guna mencegah meluasnya pandemi corona.

"Kami juga penuhi seruan Majelis Ulama Indonesia, kami tidak diperkenankan untuk melaksanakan ubudiyah Ramadan seperti itikaf dan salat tarawih," katanya. 

Kendati begitu, Nasaruddin mengapresiasi umat karena telah mampu menjalani ibadah puasa rRmadan di tengah pandemi corona. Ia meyakini hal tersebut menambah daya cobaan perjuangan Ramadan tahun ini dibandingkan tahun-tahun sebelumnya. 

"Meskipun kita berada pada ujian yang berlapis pada bulan suci Ramadan kali ini, sangat patut kita bersyukur karena kita mampu melewatinya. Insya Allah dengan baik ujian tentu saja bukan menahan diri dari makan, minum, dan berhubungan suami istri, tapi Raadan kali ini Allah menurunkan suatu ujian yang tidak ringan yaitu kita berpuasa di tengah pandemi Covid-19," ucapnya. 

Nasaruddin pun mendoakan seluruh umat Islam agar mendapat berkah atas ibadah di tengah cobaan pandemi corona.  

"Saya sangat yakin, di mana ada ujian, di situ pasti ada kenaikan kelas, semakin berat ujian yang kita lewati, maka semakin besar dan tinggi martabat yang dijanjikan. Semoga ujian yang berlapis yang kita lakukan di bulan suci Ramadan ini, Insya Allah mengangkat martabat kemanusiaan kita," tuturnya.

Malam ini adalah malam takbir atau pamungkas Ramadan 1441 Hijriah. Umat Islam di Indonesia esok, Minggu (24/5), akan merayakan Idulfitri, 1 Syawal 1441 Hijriah.

Acara Takbir Virtual Nasional dan Pesan Idulfitri 1441 Hijriah dari Masjid Istiqlal dihadiri Presiden RI Jokowi dan Wakil Presiden KH Ma'ruf Amin melalui sambungan video conference.

Kemudian, turut hadir Menko PMK Muhadjir Effendy, Menteri Agama Fachrul Razi, Menteri PUPR Basuki Hadimuljono, Wakil Menteri Agama Zainut Tauhid, Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan, Imam Besar Masjid Istiqlal KH Nasaruddin Umar, dan tokoh-tokoh Islam lain. 

Kementerian Agama menyelenggarakan acara takbir virtual untuk mengobati sekaligus menebus kerinduan umat Islam di Indonesia. Selain itu, untuk meredam keinginan warga yang masih berupaya melakukan takbir keliling di jalan raya.

Pemerintah mengimbau agar masyarakat tidak melakukan takbir keliling jelang Idulfitri untuk menekan potensi penyebaran virus corona atau Covid-19. (uli/kid)

[Gambas:Video CNN]