MUI Anjurkan Anggota Keluarga Lakukan Khotbah Salat Id

CNN Indonesia | Sabtu, 23/05/2020 19:09 WIB
Umat islam melaksanakan shalat Id di Masjid Jami Banjarmasin, Kalimantan Selatan, Rabu (5/6/2019).Umat islam di seluruh Indonesia melaksanakan shalat Idul Fitri 1 Syawal 1440 Hijriah secara serentak sesuai dengan jadwal yang ditentukan Pemerintah. ANTARA FOTO/Bayu Pratama S/hp. MUI menganjurkan salah satu anggota keluarga melakukan khotbah salad Id di rumah masing-masing. Ilustrasi (ANTARA FOTO/Bayu Pratama S)
Jakarta, CNN Indonesia -- Sekretaris Komisi Fatwa Majelis Ulama Indonesia (MUI), Asrorun Niam menyarankan salah satu anggota keluarga melakukan khotbah Salat Idul Fitri 1 Syawal 1441 Hijriah ketika melaksanakan salat di rumah masing-masing.

Pemerintah sebelumnya melarang salat Id berjemaah di masjid atau lapangan terbuka, dan meminta masyarakat melakukannya di rumah untuk mencegah penyebaran virus corona (Covid-19).

Asrorun mengatakan khotbah Salat Id hukumnya sunnah muakkad (sunnah yang sangat dianjurkan untuk melakukannya). Khotbah tersebut juga sebagai penyempurna dari salat Id yang kita laksanakan.


Menurutnya, yang perlu dipahami adalah khotbah Salat Id bagian dari pelaksanaan ibadah, sehingga terikat syarat dan rukun yang juga harus dipenuhi.

"Solusinya kalau seandainya tidak ada yang expert untuk kepentingan khotbah, lebih baik salah satu dari anggota keluarga yang memiliki syarat, yang memiliki kompetensi, dewasa, laki-laki, membaca khotbah yang sudah dibagikan. Itu salah satu referensi untuk kepentingan pelaksanaan khotbah Idulfitri, itu lebih baik," kata Asrorun dalam video yang diterima CNNIndonesia.com, Sabtu (23/5).

Namun, Asrorun mengatakan masyarakat tetap boleh mendengarkan khotbah Salat Id secara daring melalui aplikasi seperti zoom. Akan tetapi, lanjutnya, hal itu tak bisa masuk ke dalam rangkaian Salat Id karena terikat syarat dan juga rukun yang harus dipenuhi.

"Tetapi itu tidak masuk kualifikasi penyempurna salat Idulfitri yang menjadi rangkaian," ujarnya.

Sebelumnya MUI menerbitkan fatwa terkait tata cara ibadah di tengah pandemi virus corona. Dalam fatwa itu, MUI turut mengatur secara khusus tata cara Salat Id saat pandemi corona.

Menurut MUI, Salat Id di rumah boleh dilaksanakan secara sendiri (munfarid) ataupun berjamaah. Salat Id berjemaah di rumah disarankan terdiri dari 1 orang imam dan 3 orang makmum. Jika jumlah tidak terpenuhi, maka Salat Id tetap diperbolehkan.

Masjid Istiqlal  juga memastikan tidak akan ada Salat Id atau khotbah secara virtual di tengah pandemi virus corona pada Hari Raya Idulfitri yang akan jatuh pada Minggu (24/5).

"Enggak ada Salat Id online, enggak ada juga [salat] di dunia nyata. Iya tidak ada juga khotbah yang disiarkan virtual" ujar Kepala Humas Protokol Masjid Istiqlal Abu Hurairah. (ndn/fra)

[Gambas:Video CNN]