Pasien Positif Covid-19 Terakhir di Karawang Sembuh

eks, CNN Indonesia | Sabtu, 23/05/2020 23:35 WIB
Petugas medis menyiapkan fasilitas baru untuk pasien anak yang terinfeksi virus corona (COVID-19) di RSUPN Dr Cipto Mangunkusumo, Jakarta, Kamis (30/4/2020). Kapasitas ruangan untuk penanganan pasien corona RS tersebut bertambah dari sebelumnya dilakukan di tiga lantai Gedung Kiara (lantai 1, 2, dan 6) menjadi empat lantai dengan tambahan di lantai 4. ANTARA FOTO/Aditya Pradana Putra/nz. Ilustrasi (ANTARA/ADITYA PRADANA PUTRA)
Jakarta, CNN Indonesia -- Tim Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Kabupaten Karawang, Jawa Barat menyatakan semua pasien terkonfirmasi positif terinfeksi virus corona SARS-CoV-2 di daerah itu dinyatakan sembuh.

Juru Bicara Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Kabupaten Karawang Fitra Hergyana di Karawang, mengatakan semua pasien positif terjangkit virus corona jenis baru yang berjumlah 20 orang, saat ini sudah dinyatakan sembuh.

"Alhamdulilah 100 persen sudah sembuh yang positif Covid," tuturnya saat dihubungi CNNIndonesia.com, Sabtu (23/5) malam.


Lewat akun Facebook, Bupati Karawang Cellica Nurrachadiana juga mengungkap syukur atas kesembuhan pasien Covid-19 terakhir di Kabupaten Karawang.

"Pejuang Covid-19 yang terakhir di Karawang dinyatakan sembuh. Ikut bahagia sekali rasanya, sungguh terharu. Sama seperti sangat bahagianya saya saat dulu dinyatakan sembuh," tulisnya lewat unggahan di Facebook.

Meski demikian, ia tetap mengimbau masyarakat tetap mematuhi anjuran pemerintah dalam upaya pencegahan penularan Covid-19.

Sebab menurutnya, tidak menutup kemungkinan akan bertambah jika perilaku masyarakat tidak peduli terkait dengan anjuran pemerintah dalam pencegahan virus corona.

"Sekarang masyarakat disiplin kurang. Pada saat awal masih pada disiplin, jelang lebaran banyak yang pada keluar. Tapi, yang pasti kita sosialisai terus," tuturnya.

Sebab, menurut Fitra keberhasilan pemberantaasan Covid-19 bukan hanya menjadi tanggung jawab gugus tugas. Tapi, jadi kewajiban seluruh masyarakat.

"Kalau disiplin cepat, kalau ngga disiplin sulit," terangnya.

Tidak adanya pasien positif corona di Karawang menurut Fitra tidak berarti kawasan itu sudah bebas dari virus corona. Sebab, setiap hari masih terjadi penambahan pasien dari reaktif tes cepat, pasien dalam pengawasan (PDP), orang dalam pemantauan (ODP), serta orang tanpa gejala (OTG), seperti dikutip dari Antara.

Saat ini, jumlah orang reaktif tes cepat mencapai 245 orang, terdiri atas 30 orang masih dalam observasi, 193 orang sembuh, dan 22 orang meninggal dunia.

Total jumlah PDP 343 orang terdiri atas 36 orang masih dalam pengawasan, 282 dinyatakan sembuh, dan 25 orang meninggal dunia.

Jumlah ODP 4.778 orang terdiri atas 1.028 orang masih dalam pemantauan, 3.747 orang selesai pemantauan, dan tiga orang meninggal dunia. Jumlah OTG 778 orang terdiri atas 599 orang selesai pemantauan dan 179 orang masih dalam pemantauan.

Lebih lanjut, Fitra menyebut saat ini Karawang sudah memiliki alat tes PCR sendiri di RS Baru Jatisari. Kebaradaan alat ini mempercepat diagnosis pasien positif Covid-19 dan proses penyembuhan.

Selain itu, menurutnya pihak gugus tugas dikerahkan hingga ke tingkat RT/RW di Karawang. Selain itu disediakan 218 tempat tidur di empat rumah sakit yang disiapkan untuk menampung pasien Covid-19. (eks)

[Gambas:Video CNN]