Berulang Kali Ditertibkan, Warga Tetap Bandel Padati Kota Tua

CNN Indonesia | Minggu, 24/05/2020 00:46 WIB
Kerumunan pedagang kaki lima (PKL) mengundang keramaian di malam takbiran di kawasan Kota Tua, Tamansari, Jakarta Barat, Sabtu (23/5/2020). (ANTARA/HO-Munir) Kerumunan pedagang kaki lima (PKL) mengundang keramaian di malam takbiran di kawasan Kota Tua, Tamansari, Jakarta Barat, Sabtu (23/5/2020) (ANTARA/HO-Munir)
Jakarta, CNN Indonesia -- Kawasan Kota Tua, Tamansari, Jakarta Barat dipadati pengunjung di malam takbiran, Sabtu (23/5) malam. Padahal sejumlah petugas terlihat berjaga di sekitar lokasi.

Sebelumnya, Kepala Satuan Polisi Pamong Praja Jakarta Barat,  Tamo Sijabat juga sempat mengungkap kalau sejumlah pedagang sempat membantah imbauan untuk tidak menimbulkan keramaian di malam takbiran saat akan ditertibkan. Para Pedagang Kaki Lima (PKL) meminta diizinkan berjualan hingga pukul 23.00 WIB.

Namun, berdasarkan pantauan CNNIndonesia.com di lapangan, pengunjung tetap terus berdatangan ke kawasan tersebut hingga pukul 23.30 WIB.


Adapun para pengunjung mayoritas merupakan muda-mudi yang datang untuk menghabiskan malam. Namun, mereka tidak mengindahkan aturan yang ada di dalam Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB).

Kerumunan pedagang kaki lima (PKL) mengundang keramaian di malam takbiran di kawasan Kota Tua, Tamansari, Jakarta Barat, Sabtu (23/5/2020)Kerumunan pedagang kaki lima (PKL) mengundang keramaian di malam takbiran di kawasan Kota Tua, Tamansari, Jakarta Barat, Sabtu (23/5/2020). (dok. CNNIndonesia.com/ Yogi Anugerah)
Berdasarkan pantauan CNNIndonesia.com, sebagian pengunjung maupun pedagang tidak menggunakan masker. Selain itu, para pengunjung juga tidak terlihat mengindahkan untuk menjaga jarak sosial ketika beraktivitas di area tersebut.

Terkait dengan adanya kerumunan di kawasan tersebut, para petugas Satpol PP yang berjaga di lokasi enggan memberikan keterangan.

"Besok saja mas, kita udah capek bubarin mereka," kata seorang petugas Satpol PP.

Salah seorang pedagang minuman, Raja, juga mengaku kalau kawasan tersebut telah beberapa kali ditertibkan oleh petugas gabungan sejak sore.

"Ini baru ramai pas takbiran ini. Udah beberapa kali ditertibkan sejak sore," kata dia kepada CNNIndonesia.com, Sabtu (23/5).

Meski demikian, ia mengaku tetap nekat menggelar lapak dagangannya meski telah berulang kali ditertibkan. Ia beralasan kenekatannya ini lantaran membutuhkan uang. Sebab, sejak penerapan PSBB di Jakarta, pendapatannya menurun.

"Kita jual minuman dibubarin, mau pulang kampung juga gak dibolehin, terus gimana," ucap dia.

Sebelumnya, Marmudin, seorang pemuda yang mengunjungi lokasi ini mengaku memilih Kota Tua lantaran kawasan Monas di jaga polisi.

"Kalau ke Monas takut ga bisa karena dijaga sama polisi," ujar warga asal Penjaringan, Jakarta Utara tersebut, seperti dikutip Antara. (yoa/eks)

[Gambas:Video CNN]