Penutupan terhitung dilakukan sejak Minggu (24/5) dan akan berakhir pada 6 Juni mendatang.
"Pedagangnya sudah jelas kami tutup dulu. [Penutupan] kemarin Minggu. Sudah kami ketahui [Sabtu] magrib sehingga minggu sudah ditutup sampai 14 hari ke depan," kata Rini dihubungi CNNIndonesia.com melalui sambungan telepon, Senin (25/5).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Meski demikian, Rini menerangkan, di dalam kios masing-masing pedagang memang belum dilakukan penyemprotan. Pihaknya akan meminta pedagang untuk menyemprot disinfektan sendiri di tiap-tiap kios yang mereka miliki.
"Kemudian juga untuk disinfektan sudah berjalan kemarin tapi tentunya untuk yang di tempat kiosnya mereka harus mandiri karena di kios masing-masing. Tapi dari gang semuanya sudah kami turunkan untuk melakukan disinfektan," jelas Rini.
Dua orang yang dinyatakan positif Covid-19 berdasarkan dua lokasi pemeriksaan berbeda. Pertama, wanita 60 tahun warga Kelurahan Setiamanah, Kecamatan Cimahi Tengah menjalani pemeriksaan swab di Pasar Antri pada 15 Mei 2020 dengan sasaran 58 pedagang.
Dari pemeriksaan swab menggunakan metode PCR itu, keluar hasil tes pada 23 Mei 2020. Salah satu hasil tes menunjukkan seorang pedagang positif Covid-19.
"Dari Pasar Antri itu ada 58 sampel yang diambil dan memang hasilnya tidak semuanya langsung keluar. Sampai sekarang ada beberapa hasilnya negatif tapi tanggal 23 itu kami dapat satu orang positif Covid-19," ujar Rini.
Sedangkan seorang lagi, pedagang di Pasar Antri yang berdomisili di Desa Tani Mulya, Kecamatan Ngamprah, Kabupaten Bandung Barat. Pria tersebut mengikuti tes swab yang dilaksanakan Pemkab Bandung Barat setelah mendaftar di Pusat Informasi dan Koordinasi Covid-19 Jawa Barat (Pikobar).
Kedua orang yang dinyatakan positif virus corona tersebut telah dilakukan perawatan. Pasien asal Cimahi telah dirawat di Rumah Sakit Umum Cibabat.
"Untuk penduduk Cimahi, langsung kami evakuasi ke Rumah Sakit Cibabat saat hasil tesnya keluar. Sedangkan, untuk warga Bandung Barat diserahkan kebijakannya pada Pemkab Bandung Barat," ujarnya.
Pemeriksaan Terhadap Para Pedagang dan Pembeli
Selain menutup pasar sebagai antisipasi penyebaran virus, Dinkes Kota Cimahi akan melanjutkan pemeriksaan Covid-19. Pemeriksaan akan kembali menyasar pedagang dan pembeli.
"Kita akan melihat kondisi, nantinya akan melakukan pengetesan apakah pakai swab test atau rapid test. Besok rapat dengan pengelola dan pedagang pasar," kata Rini.
"Kami mohon masyarakat yang merasa kontak dengan bersangkutan untuk melaporkan ke Puskesmas setempat. Nanti kami data mana yang kontak erat dan kita pilah kalau kontak erat dan intens sekali mungkin akan kita lakukan pengetesan. Soal kapannya tes akan diumumkan di website Pemkot Cimahi," ujar Rini. (tst/tst/bac)