ODP Corona Jadi 49 Ribu, Pemeriksaan Spesimen Turun Lagi

CNN Indonesia | Selasa, 26/05/2020 05:05 WIB
Calon penumpang berbaris antre menunggu giliran masuk ke dalam Stasiun Bekasi, Jawa Barat, Selasa, 5 Mei 2020. Pemkot Bekasi melakukan tes Poylmerase Chain Reaction (PCR) bagi penumpang KRL untuk memutus rantai virus covid-19. CNNIndonesia/Safir Makki Warga dengan status ODP dan PDP terkait Covid-19 terus bertambah setiap harinya. Ilustrasi (CNNIndonesia/Safir Makki)
Jakarta, CNN Indonesia -- Juru Bicara Pemerintah untuk Penanganan Virus Corona (Covid-19), Achmad Yurianto menyampaikan sampai hari data orang dalam pemantauan (ODP) terkait Covid-19 mencapai 49.361 orang. Sementara pasien dalam pengawasan (PDP) sebanyak 12.342 orang.

Angka ini meningkat dari hari sebelumnya, Minggu (24/5), ODP bertambah sebanyak 6.810 orang dan PDP bertambah 953 orang.

"ODP 49.361 dan PDP 12.342 orang, ini menunjukkan masih ada orang yang tidak mentaati aturan terkait jaga jarak," kata Yuri dalam konferensi pers di Gedung BNPB, Senin (25/5).


Berdasarkan data nasional, jumlah kumulatif kasus positif Covid-19 per hari ini mencapai 22.750 kasus. Dari jumlah itu, 1.391 orang meninggal dunia dan 5.642 orang lainnya dinyatakan sembuh.

Sementara hari ini, Yuri mengatakan pemerintah telah memeriksa 256.946 spesimen dari 183.193 orang di seluruh Indonesia.

"Sampai hari ini pemeriksaan spesimen 256.946 spesimen baik menggunakan PCR maupun TCM," katanya.

Namun angka harian pemeriksaan, baik menggunakan rapid test-polymerase chain reaction (RT-PCR) maupun tes cepat molekuler (TCM) menurun dibanding dua hari yang lalu.

Diketahui hari ini sejumlah laboratorium memeriksa 4.560 spesimen menggunakan PCR dan 181 spesimen menggunakan TCM.

Sementara, pada Minggu (24/5) tercatat uji laboratorium melakukan tes PCR sebanyak 10.872 spesimen dan menggunakan TCM sebanyak 141 spesimen. Sedangkan Sabtu (23/5), dilakukan pengujian menggunakan PCR sebanyak 10.433 spesimen dan 184 spesimen menggunakan TCM.

Sebelumnya Presiden Joko Widodo memerintahkan agar tes PCR terkait Covid-19 semakin ditingkatkan hingga mencapai 10 ribu per hari pada 13 April lalu. Namun, permintaan Jokowi itu dianggap mustahil oleh Staf Khusus (Stafsus) Menteri Kesehatan Terawan Agus Putranto, Alex K. Ginting.

Meskipun demikian beberapa kali pemerintah bisa melakukan tes 10 ribu per hari, namun tak konsisten berjalan sejak Jokowi memberikan perintah.

Selanjutnya, Jokowi meminta agar kurva kasus positif virus corona turun dengan cara apapun pada Mei 2020. Ia pun tengah mempersiapkan skenario pelonggaran pembatasan sosial berskala besar dalam menekan penyebaran virus corona (Covid-19). (mln/fra)

[Gambas:Video CNN]