Angka ini meningkat dari hari sebelumnya, Minggu (24/5), ODP bertambah sebanyak 6.810 orang dan PDP bertambah 953 orang.
"ODP 49.361 dan PDP 12.342 orang, ini menunjukkan masih ada orang yang tidak mentaati aturan terkait jaga jarak," kata Yuri dalam konferensi pers di Gedung BNPB, Senin (25/5).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Namun angka harian pemeriksaan, baik menggunakan rapid test-polymerase chain reaction (RT-PCR) maupun tes cepat molekuler (TCM) menurun dibanding dua hari yang lalu.
Diketahui hari ini sejumlah laboratorium memeriksa 4.560 spesimen menggunakan PCR dan 181 spesimen menggunakan TCM.
Sebelumnya Presiden Joko Widodo memerintahkan agar tes PCR terkait Covid-19 semakin ditingkatkan hingga mencapai 10 ribu per hari pada 13 April lalu. Namun, permintaan Jokowi itu dianggap mustahil oleh Staf Khusus (Stafsus) Menteri Kesehatan Terawan Agus Putranto, Alex K. Ginting.
Meskipun demikian beberapa kali pemerintah bisa melakukan tes 10 ribu per hari, namun tak konsisten berjalan sejak Jokowi memberikan perintah.
Selanjutnya, Jokowi meminta agar kurva kasus positif virus corona turun dengan cara apapun pada Mei 2020. Ia pun tengah mempersiapkan skenario pelonggaran pembatasan sosial berskala besar dalam menekan penyebaran virus corona (Covid-19). (mln/fra)