Kualitas Udara Jakarta Diklaim Terbaik Lebaran Tahun Ini

khr, CNN Indonesia | Senin, 25/05/2020 22:18 WIB
Suasana di Kawasan Monumen Nasional saat hari kedua Idulfitri 1441 Hijriah, Jakarta, Senin, 25 Mei 2020. CNN Indonesia/Bisma Septalisma Suasana di Kawasan Monumen Nasional saat hari kedua Idulfitri 1441 Hijriah, Jakarta, Senin (25/5). (CNN Indonesia/Bisma Septalisma)
Jakarta, CNN Indonesia -- Dinas Lingkungan Hidup (DLH) DKI Jakarta mengklaim kualitas udara di Jakarta pada Hari Raya Idulfitri atau Lebaran tahun ini menjadi kondisi yang terbaik selama lima tahun terakhir. Temuan itu didapat sesuai pemantauan yang dilakukan di enam titik stasiun pemantauan di Jakarta.

"Kualitas udara Lebaran 2020 paling baik dibandingkan Lebaran 5 tahun ke belakang," kata Andono dalam keterangan tertulis yang diterima CNNIndonesia.com, Senin (25/5).

Andono mengatakan kualitas udara ibu kota telah menunjukkan tren membaik selama penerapan Pembatasan Sosial Skala Besar (PSBB). Selama libur Lebaran 2020 kali ini, ternyata data mengindikasikan kualitas udara semakin membaik.


Secara teknis, ia menyebut temuan itu diukur berdasarkan hasil pemantauan baku mutu kualitas udara dan kandungan polutan dari partikel debu particulate matter (PM) dengan ukuran 2,5 di semua lokasi pemantauan.

Hasilnya, kualitas udara menunjukkan angka penurunan dibandingkan beberapa hari sebelumnya. Secara keseluruhan rata-rata PM 2,5 sebelum dan saat Idul Fitri memenuhi baku mutu PM2,5 (<65 ug/m3).
Sementara itu, konsentrasi CO menjelang dan saat Idulfitri 2020 menunjukkan angka yang relatif kecil. Pasalnya, sumber utama CO (karbon monoksida) dari sektor transportasi sudah berkurang sejak diterapkannya PSBB, sehingga konsentrasi CO sangat rendah dan memenuhi Baku Mutu (< 9 ug/m3).

Jika dibandingkan dengan lebaran tahun 2019, Andono menyebut terjadi penurunan. Ia merinci penurunan kualitas udara diukur dari beberapa jenis partikel polutan mulai dari PM 2,5 (debu ukuran 2,5 mikron), CO (karbon monoksida), NO2 (nitrogen dioksida), SO2 (sulfur dioksida), dan O3 (ozon).

DLH Jakarta melakukan pemantauan di enam stasiun Pemantauan Kualitas Udara (SPKU), yakni di Bundaran HI Jakarta Pusat, Kelapa Gading Jakarta Utara, Jagakarsa Jakarta Selatan,

Kemudian Lubang Buaya Jakarta Timur, Kebon Jeruk Jakarta Barat serta tiga unit SPKU mobile. Andono mengaku kualitas udara Jakarta yang membaik dapat terpantau dari birunya langit Jakarta yang banyak tidak sedikit telah diabadikan warganet dan diunggah di berbagai media sosial. (bac)

[Gambas:Video CNN]