KPU Minta Dana Pilkada 2020 Ditambah Rp535 M untuk Beli APD

CNN Indonesia | Rabu, 27/05/2020 19:38 WIB
Ketua KPU Arief Budiman saat menjadi pembicara pada diskusi media di Gedung KPU, Jakarta, Kamis 22 Agustus 2019. Diskusi tersebut mengangkat tema Ketua KPU Arief Budiman meminta tambahan anggaran sebesar Rp535,9 miliar untuk penyelenggaran Pilkada 2020 di tengah pandemi virus corona (CNN Indonesia/Andry Novelino)
Jakarta, CNN Indonesia -- Ketua Komisi Pemilihan Umum (KPU) Arief Budiman meminta dana tambahan sebesar Rp535,9 miliar untuk pelaksanaan Pilkada 2020 pada 9 Desember mendatang di 270 daerah. Dana tambahan berkenaan dengan pilkada yang dihelat di tengah pandemi virus corona (Covid-19).

"Tambahan anggaran untuk kebutuhan logistik APD sebesar Rp 535,9 miliar," kata Arief dalam rapat bersama Kemendagri, Bawaslu, Dewan Kehormatan Penyelenggara Pemilu (DKPP) dan Komisi II DPR, Rabu (27/5).

Dana tambahan itu, kata Arief, bakal dipakai membeli alat pelindung diri (APD) untuk para petugas penyelenggara pemilu. Di antaranya berupa masker, baju pelindung diri, sarung tangan, pelindung wajah, tong air, sabun cuci tangan, tisu hingga cairan disinfektan.
Tambahan anggaran tersebut juga akan digunakan untuk membeli masker bagi para pemilih sebanyak 105 juta orang sebesar Rp 263,4 miliar. Kemudian, pembelian alat kesehatan bagi petugas di Tempat Pemungutan Suara (TPS) dan Panitia Pemutakhiran Data Pemilih sebesar Rp 259,2 miliar.


"Pembelian alat kesehatan bagi para panitia Pemungutan Suara (PPS) sebesar Rp 10,5 miliar dan untuk Panitia Pemilihan Kecamatan (PPK) sebesar Rp2,1 miliar," kata dia.

Selain itu, KPU juga berencana mengganti alat coblos kertas suara sekali pakai guna menghindari penyebaran virus corona. Diketahui, selama ini KPU menggunakan satu paku yang disediakan di bilik suara untuk dipakai secata bergantian oleh pemilih.

"Misalnya bisa berbentuk kayu dari paku tapi dia harus sekali pake. Jadi orang masuk diberi alat coblos nya setelah itu dibuang supaya tidak menular virus," kata dia.
Tak hanya itu, KPU juga akan mengganti mekanisme pemberian tinta pemilu khusus pemberi suara. Tinta pemilu sendiri biasanya digunakan dengan cara dicelup. Kini KPU berencana menggunakan model tinta spray atau tetes.

"Mungkin nanti ada yg ditetes ada yang sekali sentuh atau sekali Sprai jadi dia akan menggantikan celup. tapi ada kebutuhan baru misalnya masker disinfektan hand sanitizer," kata dia.

Sebelumnya, Komisi II DPR, Kemendagri, KPU dan Bawaslu sepakat Pilkada 2020 akan dihelat pada 9 Desember mendatang. Kesepakatan terjalin dalam rapat yang dihelat secara virtual pada hari ini, Rabu (27/5).

Pada Januari lalu, KPU menyebut anggaran Pilkada 2020 mencapai Rp9,9 triliun. Anggaran itu telah disepakati oleh KPU bersama 270 kepala daerah melalui naskah perjanjian hibah daerah (NPHD).
(rzr/bmw)

[Gambas:Video CNN]