"Partai Demokrat ini beraliran rekonsiliatif. Jadi saran kami duduk bareng saja antara keduanya," kata Andi melalui pesan singkat, Minggu (31/5).
Andi yakin Khofifah dan Risma sama-sama ingin bekerja untuk masyarakat. Dia yakin keduanya juga berupaya menangani penyebaran virus corona sebaik mungkin.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Keduanya pasti ingin rakyat selamat. Dua-duanya putri terbaik di Jawa Timur. Di tengah pandemi jangan ada keributan," kata Andi.
Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini geram ketika mobil PCR dibawa Gugus Tugas Covid-19 Jatim ke Lamongan dan Tulungagung pada Jumat lalu (29/5). Risma mengaku lebih berhak menggunakan mobil tersebut karena telah meminta langsung kepada Kepala BNPB Doni Monardo, Seskab Pramono Anung serta Ketua DPR Puan Maharani.
Diketahui, Demokrat merupakan salah satu partai yang mengusung Khofifah Indar Parawansa-Emil Dardak pada Pilkada 2018 lalu. Pasangan tersebut menang atas pasangan Saifullah Yusuf-Puti Guntur Soekarno.
Sementara itu, pada Pilkada 2015, Demokrat mendukung pasangan Rasiyo-Lucy Kurniasari untuk memperebutkan kursi wali kota-wakil wali kota Surabaya. Namun, pasangan Tri Rismaharini-Whisnu Sakit menjadi pemenangnya.