Wali Kota Palembang Harnojoyo mengatakan selama penerapan PSBB di Palembang sejak 20 Mei, terdapat sejumlah indikator penurunan angka penularan virus corona. Angka penularan dan reproduksi efektif (RT) menurun dari 1,29 pada 23 Mei, menjadi 0,92 pada 31 Mei dengan jumlah kumulatif kasus positif mencapai 548 kasus.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Harnojoyo menyatakan pihaknya bakal melakukan patroli ke sejumlah fasilitas umum untuk memastikan masyarakat menerapkan protokol kesehatan. Di sisi lain, ia mengaku tengah menggodok formula agar sejumlah sektor bisa beraktivitas pada tahap new normal.
Dalam Surat Edaran Kegiatan Pembelajaran Satuan Pendidikan Kembali Beroperasi Masa Kebijakan Normal Baru, tecantum kegiatan belajar-mengajar kembali dilakukan pada 15 Juni 2020.
Namun, Dewa memastikan siswa tetap belajar di rumah karena 15 Juni masih menerapkan PSBB.
"Untuk anak didik masih tetap belajar dari rumah. Adanya kebijakan-kebijakan baru nantinya akan diberi pemberitahuan kemudian," katanya.
"Untuk guru yang memiliki penyakit kronis seperti diabetes, jantung, dan ibu hamil tetap diberi dispensasi untuk bekerja dari rumah. Meskipun tanggal 15 Juni itu boleh siswa sekolah sesuai edaran Mendikbud, namun edaran saya jelas kalau belum memungkinkan akan kita tinjau ulang," ujar Zulinto.
Berdasarkan kajian dari Ilmu Kesehatan masyarakat Fakultas Kedokteran Universitas Sriwijaya, puncak penularan Covid-19 diperkirakan terjadi pada 8 Juni. Prediksi tersebut didapat dari kajian insiden penyakit sebelumnya, angka transmisi, jumlah penduduk dan tingkat kontak.
Berdasarkan data Pemkot Palembang, kasus positif virus corona di Kota Palembang hingga hari ini tercatat 576 kasus. Dari jumlah tersebut, 21 orang meninggal dunia dan 114 orang dinyatakan sembuh. (idz/fra)