Balikpapan Wajibkan Pendatang Bawa Hasil PCR Negatif Corona

CNN Indonesia | Selasa, 02/06/2020 13:07 WIB
Petugas melakukan pemeriksaan dokumen perjalanan penumpang pesawat yang tiba di Terminal Domestik Bandara Internasional I Gusti Ngurah Rai, Bali, Rabu (27/5/2020). Pemerintah Provinsi Bali akan menerapkan prosedur yang mewajibkan semua penumpang yang tiba di Bandara Ngurah Rai untuk menunjukkan surat keterangan negatif COVID-19 berdasarkan hasil uji 'swab' berbasis 'Polymerase Chain Reaction' (PCR) dan telah mengisi form aplikasi secara daring melalui https://cekdiri.baliprov.go.id mulai Kamis (28/5). ANTARA FOTO/Fikri Yusuf/foc. Petugas melakukan pemeriksaan dokumen perjalanan penumpang pesawat yang tiba di Terminal Domestik Bandara Internasional I Gusti Ngurah Rai, Bali, Rabu (27/5/2020). (ANTARA FOTO/FIKRI YUSUF)
Jakarta, CNN Indonesia -- Pemerintah Kota Balikpapan, Kalimantan Timur, mulai Rabu (3/6) mewajibkan para pendatang menunjukkan hasil negatif virus corona (Covid-19) melalui pemeriksaan Polymerase chain reaction (PCR).

Peraturan itu berlaku bagi pendatang yang tidak memiliki KTP Kalimantan Timur. Wali Kota Balikpapan Rizal Effendi menyebut kebijakan itu berlaku pada periode 3-30 Juni 2020.


Kebijakan itu diterapkan karena kasus corona meningkat. Selain itu sebagai salah satu upaya persiapan Kota Balikpapan menuju pola hidup normal baru (new normal) di tengah pandemi Covid-19.


"Di Balikpapan dalam beberapa hari ini angka positif naik karena gerakan dari orang yang mau keluar dari Balikpapan atau orang yang masuk ke Balikpapan. Nah, itu yang lagi kita coba antisipasi," kata Rizal dikutip dari siaran CNN Indonesia TV, Selasa (2/6).

Keputusan itu tertuang dalam Poin 3C Surat Edaran Nomor 551.43/0284/Dishub tentang Pengendalian Penumpang/Kedatangan di Pintu Masuk Kota Balikpapan Pada Masa Pandemi Covid-19 yang diteken Rizal pada Senin (1/6) kemarin.

"Memiliki surat keterangan dari laboratorium Rumah Sakit yang teregistrasi Kemenkes Ri, dengan hasil negatif covid-19 hasil uji swab PCR atau TCM (Tes cepat molekuler), yang masih berlaku paling lama 7 (tujuh) hari," demikian bunyi beleid tersebut.

Insert Artikel - Waspada Virus Corona. (CNN Indonesia/Fajrian)


Rizal kembali menegaskan pihaknya tak lagi menerima surat keterangan hasil pemeriksaan melalui rapid test atau tes massal seperti sebelum-sebelumnya. Menurutnya, hasil PCR swab dinilai lebih aman dan valid sebagai upaya menekan laju penyebaran virus corona di Balikpapan yang merupakan kota singgah.

"Supaya Balikpapan bisa terjaga, karena ini problema Balikpapan sebagai kota transit, artinya sekarang kita banyak ketambahannya bukan warga Balikpapan," tuturnya.

Sementara itu, berdasarkan data terakhir yang menunjukkan angka kasus positif di Kota Balikpapan per Senin (1/6), tercatat total 62 kasus positif terinfeksi Covid-19, dari angka itu 2 pasien dinyatakan meninggal dunia serta 43 orang telah pulih.


Sedangkan pasien dalam pengawasan (PDP) mencapai 230 kasus, orang dalam pemantauan (ODP) 180 orang serta total kasus orang tanpa gejala (OTG) sebanyak 216 orang. (khr/pmg)

[Gambas:Video CNN]