RSIA di Cirebon Catat Kehamilan Meningkat 10 Persen

CNN Indonesia | Rabu, 03/06/2020 20:39 WIB
Pregnant woman sitting in childbearing center Ilustrasi ibu hamil (Istockphoto/ Shironosov)
Jakarta, CNN Indonesia -- Rumah sakit Ibu dan Anak (RSIA) Cahaya Bunda Cirebon, Jawa Barat mencatat kenaikan angka kehamilan baru hingga 10 persen di tengah masa pandemi virus corona (Covid-19).

"Ada kenaikan kehamilan baru selama pandemi, jumlah angka pasien yang berkunjung menurun namun kehamilan baru yang meningkat, [peningkatan] 7,5 hingga 10 persen," ujar Dokter spesialis kandungan dan kebidanan RSIA Cahaya Bunda, Yasmin Darmawan, dikutip dari siaran CNNIndonesia TV, Rabu (3/6).

Menurut Yasmin, sebelum terjadi penyebaran virus corona, biasanya RSIA Cahaya Bunda menangani rata-rata kisaran 1.400 pasien per bulan. Dari angka itu, 70-75 persen atau 1.000 orang merupakan pasien ibu hamil.


Namun, dalam dua hingga tiga bulan terakhir, terjadi penambahan hingga 100 angka kehamilan baru. Yasmin sebagai dokter spesialis kandungan pun menjadi salah satu yang bertugas memberikan konsultasi kepada pasien hamil yang datang ke RSIA Cahaya Bunda.

Berdasarkan hasil konsultasi dengan pasien sejauh ini, kehamilan baru meningkat di tengah pandemi virus corona imbas dari kebijakan pemerintah yang menggalakkan bekerja di rumah atau work from home.

Menurutnya, kebijakan itu menambah waktu luang pasangan suami istri, sehingga menimbulkan keharmonisan dan hubungan yang lebih intim.

Sebelumnya, Kepala Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) Hasto Wardoyo juga telah mengimbau masyarakat menunda kehamilan selama wabah Covid-19.

"Kalau bisa ketika masih masa kritis [hamil] ditunda dulu. Nanti mudah-mudahan dalam tiga bulan sudah mereda baru," ujarnya kepada CNNIndonesia.com, Rabu (20/5) lalu.

Langkah itu didorong karena BKKBN mencatat setidaknya 10 persen pasangan usia produktif tak memakai alat kontrasepsi pada periode Maret hingga April 2020. Ia menaksir hal ini karena banyak akseptor Keluarga Berencana (KB) yang khawatir terpapar ketika mengakses layanan kontrasepsi.

Lebih lanjut, Hasto mengkhawatirkan kasus kehamilan baru dapat meningkatkan beban ekonomi negara maupun individu. Belum lagi mengingat ancaman peningkatan angka stunting atau kekerdilan, angka kematian ibu dan angka kematian janin jika kehamilan tidak dipersiapkan dengan baik.

(khr/bmw)

[Gambas:Video CNN]