Tren Kasus Corona di DKI Melandai Jelang PSBB Ketiga Berakhir

CNN Indonesia | Rabu, 03/06/2020 20:56 WIB
Petugas membawa barang milik pasien diduga terinfeksi virus COVID-19 ke ruang isolasi di RSPI Prof. Dr. Sulianti Saroso, Sunter, Jakarta Utara, Rabu (4/3/2020). ANTARA FOTO/Muhammad Adimaja/ama. Ilustrasi penanganan kasus corona di DKI Jakarta. (ANTARA FOTO/MUHAMMAD ADIMAJA).
Jakarta, CNN Indonesia -- Sejak jauh-jauh hari Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan menyatakan pelaksanaan pembatasan sosial berskala besar (PSBB) tahap ketiga ini bisa menjadi yang terakhir. Dengan catatan tingkat penyebaran virus corona di ibu kota sudah mereda.

PSBB di ibu kota diketahui pertama kali diterapkan pada 10 April 2020 dan telah diperpanjang dua kali. Untuk yang terakhir, PSBB berlaku hingga 4 Juni, besok.

Merujuk data yang ditampilkan di situs pemantauan corona Jakarta, hingga Selasa (2/6), jumlah kasus positif di Jakarta sudah mencapai 7.459. Kendati demikian, tren kasus positif harian di ibu kota sekitar akhir bulan Mei cenderung menurun.


Pada kurun waktu 1-31 Mei, tercatat ada penambahan 2.989 kasus positif di Jakarta. Angka tersebut masih lebih sedikit dibanding kasus positif pada periode 1-30 April 2020 yang mencatatkan 3.316 kasus positif.

Sepanjang Mei, Pemprov DKI mencatatkan sebanyak 41.775 orang telah dites menggunakan teknik Real Time PCR di Jakarta. Sementara, sejak Maret hingga 2 Juni, total 74.023 orang yang telah dites PCR.

Kemudian, jumlah spesimen yang diperiksa sepanjang bulan Mei mencapai 96.674 spesimen. Atau 62,63 persen spesimen diperiksa pada bulan Mei dari total 154.345 spesimen.

Jumlah orang yang diperiksa dengan Metode PCR pada bulan Mei itu masih jauh lebih banyak dibanding bulan April. Tercatat, 26.154 orang di Jakarta diperiksa selama bulan April.

Sedangkan, jumlah spesimen yang dites selama bulan April juga masih lebih sedikit dibanding bulan Mei. Total jumlah spesimen yang diperiksa sepanjang bulan April yakni 47.099.

Sementara itu, jika ditelaah lebih lanjut, PSBB di Jakarta telah dilakukan tiga tahap. Tahap pertama 10-23 April, tahap kedua 24 April-21 Mei 2020, dan tahap ketiga 22 Mei-4 Juni 2020.

Jika merujuk penghitungan PSBB per dua pekan, jumlah kasus positif di Jakarta hingga 2 Juni 2020 cenderung menurun.

Pada penerapan PSBB pertama atau 10-23 April, tercatat jumlah kasus positif corona di Jakarta bertambah 1.696 kasus.

Jumlah itu kemudian menurun pada periode 24 April hingga 7 Mei 2020. Selama periode itu, jumlah kasus positif hanya bertambah 1.170 kasus.

Namun begitu, jumlah kasus positif pada dua pekan berikutnya, periode 8 Mei-21 Mei kembali meningkat. Total, selama dua pekan periode tersebut, jumlah kasus positif di Jakarta bertambah 1.319 kasus.

Penambahan kasus positif corona di Jakarta kembali melandai pada periode 22 Mei hingga 2 Juni kemarin. Tercatat, jumlah kasus positif corona di Jakarta pada periode itu hanya bertambah 1.143 kasus.

Sementara jumlah pasien sembuh di Jakarta per Selasa (2/6) juga sudah menunjukkan angka signifikan. Tercatat, hingga kemarin, jumlah pasien yang sembuh dari virus corona sudah mencapai 2.405 orang.

Pada periode 22 Mei hingga 2 Juni kemarin, jumlah penambahan pasien yang sembuh dari virus corona mencapai 847 selama dua pekan.

Sedangkan jumlah pasien yang meninggal hingga 2 Juni kemarin sebanyak 525 orang. Sejak 22 Mei hingga 2 Juni, jumlah korban meninggal akibat corona di Jakarta hanya bertambah 24 orang.

Anies sebelumnya menyatakan keputusan PSBB diakhiri atau diperpanjang akan dilakukan berdasarkan tingkat penularan atau angka reproduksi. Jika angka reproduksi melandai, maka PSBB bisa diakhiri.

Soal angka reproduksi penularan virus corona di Jakarta sempat dinyatakan oleh Kepala Bidang Sumber Daya Kesehatan Dinas Kesehatan DKI Jakarta Ani Ruspitawati mulai menurun. Bahkan, angka reproduksi sudah sempat menyentuh di bawah 1.

"Di antara 0,9 sampai 1," kata Ani saat dihubungi CNNIndonesia.com beberapa waktu lalu.

Kendati begitu, Ani menyatakan bahwa angka reproduksi itu masih fluktuatif. Karena itu, Ani menyatakan bahwa keputusan mengenai perpanjangan atau penghentian PSBB masih terus digodok.

"Ini kan angkanya masih bergerak terus, masih bisa berubah. Sampai dengan rilis resminya, per tanggal berapa, itu yang akan jadi pertimbangan dasar pengambilan keputusan," ujarnya. (dmi/osc)

[Gambas:Video CNN]