PSBB di ibu kota diketahui pertama kali diterapkan pada 10 April 2020 dan telah diperpanjang dua kali. Untuk yang terakhir, PSBB berlaku hingga 4 Juni, besok.
Merujuk data yang ditampilkan di situs pemantauan corona Jakarta, hingga Selasa (2/6), jumlah kasus positif di Jakarta sudah mencapai 7.459. Kendati demikian, tren kasus positif harian di ibu kota sekitar akhir bulan Mei cenderung menurun.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Jumlah orang yang diperiksa dengan Metode PCR pada bulan Mei itu masih jauh lebih banyak dibanding bulan April. Tercatat, 26.154 orang di Jakarta diperiksa selama bulan April.
Sedangkan, jumlah spesimen yang dites selama bulan April juga masih lebih sedikit dibanding bulan Mei. Total jumlah spesimen yang diperiksa sepanjang bulan April yakni 47.099.
Sementara itu, jika ditelaah lebih lanjut, PSBB di Jakarta telah dilakukan tiga tahap. Tahap pertama 10-23 April, tahap kedua 24 April-21 Mei 2020, dan tahap ketiga 22 Mei-4 Juni 2020.
Pada penerapan PSBB pertama atau 10-23 April, tercatat jumlah kasus positif corona di Jakarta bertambah 1.696 kasus.
Jumlah itu kemudian menurun pada periode 24 April hingga 7 Mei 2020. Selama periode itu, jumlah kasus positif hanya bertambah 1.170 kasus.
Namun begitu, jumlah kasus positif pada dua pekan berikutnya, periode 8 Mei-21 Mei kembali meningkat. Total, selama dua pekan periode tersebut, jumlah kasus positif di Jakarta bertambah 1.319 kasus.
Penambahan kasus positif corona di Jakarta kembali melandai pada periode 22 Mei hingga 2 Juni kemarin. Tercatat, jumlah kasus positif corona di Jakarta pada periode itu hanya bertambah 1.143 kasus.
Sementara jumlah pasien sembuh di Jakarta per Selasa (2/6) juga sudah menunjukkan angka signifikan. Tercatat, hingga kemarin, jumlah pasien yang sembuh dari virus corona sudah mencapai 2.405 orang.
Pada periode 22 Mei hingga 2 Juni kemarin, jumlah penambahan pasien yang sembuh dari virus corona mencapai 847 selama dua pekan.
Anies sebelumnya menyatakan keputusan PSBB diakhiri atau diperpanjang akan dilakukan berdasarkan tingkat penularan atau angka reproduksi. Jika angka reproduksi melandai, maka PSBB bisa diakhiri.
Soal angka reproduksi penularan virus corona di Jakarta sempat dinyatakan oleh Kepala Bidang Sumber Daya Kesehatan Dinas Kesehatan DKI Jakarta Ani Ruspitawati mulai menurun. Bahkan, angka reproduksi sudah sempat menyentuh di bawah 1.
"Di antara 0,9 sampai 1," kata Ani saat dihubungi CNNIndonesia.com beberapa waktu lalu.
Kendati begitu, Ani menyatakan bahwa angka reproduksi itu masih fluktuatif. Karena itu, Ani menyatakan bahwa keputusan mengenai perpanjangan atau penghentian PSBB masih terus digodok.
"Ini kan angkanya masih bergerak terus, masih bisa berubah. Sampai dengan rilis resminya, per tanggal berapa, itu yang akan jadi pertimbangan dasar pengambilan keputusan," ujarnya. (dmi/osc)