Tanah Longsor Terpa Sumbar Hingga Jabar, Puluhan Mengungsi

CNN Indonesia | Kamis, 04/06/2020 16:16 WIB
Petugas Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Banyuwangi membersihkan lumpur yang menutupi jalan akibat longsor di Desa Kluncing, Licin, Banyuwangi, Jawa Timur, Senin (18/5/2020). Tanah longsor di kaki Gunung Ijen yang menyebabkan akses jalan penghubung Desa Pakel dengan Desa Kluncing itu terjadi akibat intensitas hujan deras yang mengguyur kawasan tersebut sejak pagi hingga sore hari. ANTARA FOTO/Budi Candra Setya/pras. Ilustrasi longsor. (ANTARA FOTO/Budi Candra Setya)
Jakarta, CNN Indonesia -- Tanah longsor akibat hujan lebat terjadi di sejumlah wilayah, di antaranya Sumatera barat, Sumatera Utara, hingga Jawa Barat, dalam dua hari terakhir. Beberapa rumah mengalami kerusakan dan jalan pun terputus.

Pertama, longsor terjadi di Desa Tanjung Sani, Kecamatan Tanjung Raya, Kabupaten Agam, Sumatera Barat, Rabu (3/6) petang. Meski tanpa korban jiwa, bencana alam ini setidaknya merusak lima rumah dan membuat 17 orang warga dievakuasi.

"Ada satu alat berat yang kita gunakan, ada personil dari BPBD, Satpol PP dan Damkar, TNI, Polri, Kecamatan dan masyarakat turun membantu," kata Kepala Badan Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPDP) Kabupaten Agam Muhammad Lutfi dikutip dari siaran CNN Indonesia TV, Kamis (4/6)


Petugas gabungan bekerjasama dengan warga membersihkan sisa material longsor di sepanjang jalan. Selain itu, akibat longsor, akses jalan yang menghubungkan Tanjung Sani dengan Sungai Batang hingga saat ini masih terputus.

Akses jalan tertutup bongkahan material longsor dengan kisaran ketinggian 40-70 cm yang memanjang hingga ratusan meter. Lutfi juga mengimbau kepada warga sekitar yang terdampak untuk meningkatkan level waspada terkait prediksi hujan yang masih terus terjadi beberapa hari ke depan.

"Longsoran menimbun jalan yang diperkirakan lebih 100 meter," kata Lutfi.

Lutfi mengaku pihaknya masih fokus membersihkan sisa lumpur dan bongkahan material longsor agar akses jalan kembali terbuka, serta masih terus melakukan pendataan perihal kerusakan rumah warga lain yang barangkali ikut terdampak.

Infografis Rentetan Bencana Alam Sepanjang 2019Foto: CNNIndonesia/Basith Subastian
Kedua, longsor di Jalan lintas Sumatera (Jalinsum), tepatnya di ruas Jalan Sisingamangaraja, Kelurahan Bane, Kecamatan Siantar, Kota Pematangsiantar, Sumatera Utara, Kamis (4/6).

Warga Bane, Daniel Sinaga, mengatakan material penahan pada ruas Jalinsum yang merupakan jalan negara itu semakin tergerus air. Jika tidak segera ditangani, jalan itu diprediksi akan amblas.

"Penyebabnya hujan deras, seperti tadi malam, tembok penahan dan tanah terus mengalami longsor. Kondisi ini harus segera menjadi perhatian pemerintah, kalau tidak dikhawatirkan akan membuat jalan amblas," katanya, dikutip dari Antara.

Saat ini, arus lalulintas di kawasan longsoran ditutup, sehingga transportasi jalan lintas tersebut hanya satu jalur.

Ketiga, longsor di Kampung Tegal Jambu, Desa Susukan, Kecamatan Campaka, Kabupaten Cianjur, Jawa Barat, Rabu (3/6) sore. Akibat hujan deras selama 2 jam, tebing setinggi 20 meter ambruk dan menghantam lima rumah warga yang sebagian besarnya rusak berat di bagian belakang.

Selain itu 16 rumah lainnya terancam. Hal ini membuat puluhan keluarga terpaksa mengungsi ke madrasah.

Kapolsek Campaka AKP Tio mengatakan hujan lebat dengan intensitas tinggi membuat tebing yang terletak di belakang perkampungan warga longsor dan menimbun bagian belakang rumah warga.

Ia menyebut tidak ada korban jiwa dalam peristiwa tersebut karena sebagian besar warga sudah mengungsi karena sempat melihat tanda akan terjadi longsor.

Pemandangan saat awan mendung menyelimuti wilayah Jakarta. Rabu (11/12/2019). Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) memperkirakan puncak musim hujan akan berlangsung mulai Februari 2020 di wilayah DKI Jakarta. Meski belum memasuki puncak musim hujan, BMKG mengimbau masyarakat tetap mewaspadai potensi banjir sejak masa transisi saat ini.  CNN Indonesia/Andry NovelinoBMKG memperkirakan dalam beberapa hari ke depan terjadi hujan lebat akibat intrusi udara dari belahan bumi utara. (CNN Indonesia/ Andry Novelino)
"Warga yang sempat melihat tanda akan terjadi longsor memberitahukan pada warga lainnya untuk waspada dan segera mengungsi karena pergerakan tanah tebing sempat terjadi, sebelum longsor menghantam perkampungan," katanya, dikutip dari Antara.

Aparat setempat langsung melaporkan hal tersebut ke Mapolsek Campaka dan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Cianjur.

Petugas gabungan yang datang ke lokasi, langsung mengevakuasi warga ke tempat aman guna menghindari hal yang tidak diinginkan, terlebih longsoran tanah terus meluas dan ditakutkan longsor susulan kembali terjadi.

"Jumlah warga yang mengungsi hingga sore ini tercatat 22 KK dengan 68 jiwa," kata Tio.

Sebelumnya, Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) memprediksi akan terjadi hujan lebat di sejumlah wilayah Indonesia akibat intrusi udara kering dari belahan bumi utara yang melintasi wilayah Samudra Pasifik Utara Papua.

Hal ini membuat daerah-daerah yang terdampak menjadi lebih lembab. Massa udara di lapisan bawah pun menjadi basah. Ini memicu hujan lebat sebagian besar wilayah Indonesia dalam beberapa hari ini.

 
(khr/Antara/arh)

[Gambas:Video CNN]