Anies Singgung Beban Berat Jokowi Tangani Corona di Indonesia

CNN Indonesia | Kamis, 04/06/2020 14:11 WIB
Jokowi dan Anies Baswedan di SMAN 2 Jakarta. Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan menyingung beratnya beban Presiden Jokowi dalam menangani virus corona di Indonesia (Yohannie Linggarsari)
Jakarta, CNN Indonesia -- Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan menyinggung beban Presiden Joko Widodo yang berat dalam menangani kasus penyebaran virus corona (Covid-19) di Indonesia dalam tiga bulan terakhir. Jika masyarakat tidak mendukung, maka penanganan virus corona akan lebih sulit.

"Beban Presiden, beban pemerintah Pusat itu tidak kecil, tugasnya tidak sederhana. Bila kita semua tidak mendukung, tidak bekerjasama, maka ini adalah pengalaman kita di Jakarta, sulit untuk bisa mengendalikan penularan Covid ini." kata Anies dalam konferensi pers di Balai Kota, Kamis (4/6).

Anies lantas meminta kepada seluruh masyarakat Indonesia untuk merapatkan barisan dan bahu-membahu membantu memutus laju penyebaran Covid-19. Anies juga meminta tidak ada yang menyudutkan sejumlah pihak di tengah pandemi ini.


"Saya dan Gugus Tugas di Jakarta ini merasakan besarnya dan kompleksnya upaya penanganan selama tiga bulan ini, apalagi di skala Nasional," tuturnya.
Eks Menteri Pendidikan dan Kebudayaan itu mengatakan masyarakat Indonesia, semua kalangan dan semua generasi, memiliki tantangannya masing-masing. Kali ini, bangsa Indonesia diterpa bencana nonalam yang telah menimbulkan banyak korban hingga kematian, yakni virus corona.

Atas dasar itu, Anies memohon warga seluruh Indonesia khususnya warga DKI Jakarta mampu hidup rukun dalam hal menaati kebijakan Pemerintah. Hal itu diharapkan dapat menciptakan iklim persatuan serta menjauhkan perpecahan di tengah wabah besar yang terjadi seperti sekarang ini.

"Ruang kritik harus tetap ada, masukan harus tetap ada, tapi ini adalah masa dimana kita harus bersatu melawan musuh yang tidak terlihat, virus yang tidak membeda-bedakan," kata Anies.
Sebelumnya, Anies memutuskan untuk memperpanjang penerapan pembatasan sosial berskala besar (PSBB) di DKI Jakarta, yang telah berjalan sejak 10 April lalu. Anies mengatakan dengan perpanjangan PSBB ini Jakarta akan memasuki fase transisi selama bulan Juni.

"Kami di Gugus Tugas Covid DKI kita memutuskan untuk menetapkan status PSBB di DKI Jakarta diperpanjang dan menetapkan Juni sebagai masa transisi," kata Anies.

Dalam masa transisi ini, kata Anies, kegiatan sosial ekonomi sudah bisa dilakukan secara bertahap. Ada batasan yang harus dipatuhi.
(khr/bmw)

[Gambas:Video CNN]