"Hasilnya adalah bahwa seluruh DPD menginginkan Pak Prabowo untuk kembali menjadi Ketua Umum dan Ketua Dewan Pembina Partai Gerindra," kata Wakil Ketua Umum Sugiono saat dihubungi CNNIndonesia.com, Jumat (5/6).
Rapimnas digelar mulai pukul 19.00 WIB hingga 01.45 WIB dini hari. Seluruh pimpinan daerah bulat mendukung Prabowo Subianto kembali menjabat sebagai pucuk pimpinan partai.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Akan tetapi, Sugiono menegaskan bahwa hasil utama Rapimnas virtual adalah meminta Prabowo Subianto kembali menjabat sebagai ketua dewan pembina dan ketua umum partai Gerindra.
Pada Februari lalu, Sekjen Gerindra Ahmad Muzani pernah menyampaikan bahwa figur Prabowo masih sangat kuat. Tidak ada sosok lain yang mampu menandinginya untuk menduduki jabatan ketua umum dan ketua dewan pembina partai sejak Gerindra berdiri 2008 lalu.
Wakil Ketua Umum Partai Gerindra Sugiono mengatakan seluruh pimpinan daerah meminta Prabowo Subianto kembali menjabat sebagai Ketua Umum periode 2020-2025 (CNN Indonesia/Bimo Wiwoho) |
Meski figur Prabowo dinilai masih sangat kuat, sempat ada isu bahwa tidak menutup kemungkinan pucuk pimpinan partai tak lagi diisi Mantan Danjen Kopassus tersebut.
Pada Maret, Wakil Ketua Dewan Pembina Gerindra Sandiaga Uno sempat mengaku didukung sejumlah kader tingkat Dewan Pimpinan Cabang (DPC) untuk maju sebagai calon ketua umum.
"Ya dinamika itu (permintaan menjadi ketua umum dari DPC) ada, tapi keputusan kami kembalikan kepada Pak Prabowo [Subianto]. Itu yang menjadi keputusan final dari Pak Prabowo," kata Sandi di kawasan Senayan, Jakartap ada 7 Maret lalu.
Wakil Ketua Umum Gerindra Arief Poyuono bahkan pernah menyebut pimpinan partainya tidak lagi dijabat oleh Prabowo. Menurut Arief, tokoh lain memiliki peluang. Tidak hanya Prabowo.
"Ya sangat mungkin nanti ketua umumnya bukan Prabowo," ujar Arief di Jakarta pada 13 Maret lalu.
Wakil Ketua Umum Partai Gerindra Sugiono mengatakan seluruh pimpinan daerah meminta Prabowo Subianto kembali menjabat sebagai Ketua Umum periode 2020-2025 (CNN Indonesia/Bimo Wiwoho)