Mahfud mengatakan dana insentif para tenaga medis sebenarnya sudah dicairkan dua hari sebelum Hari Raya Idulfitri lalu. Namun, katanya, masalah administrasi membuat penyaluran dana insentif tenaga medis di RS Darurat Covid-19 Pulau Galang tersendat.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Rumah Sakit Covid Pulau Galang ini menjadi bukti bahwa pemerintah tidak main-main dalam mengatasi corona, karena meski baru terbangun bulan April," ujarnya.
"Saya atas nama pemerintah mengucapkan terima kasih kepada para dokter dan tenaga medis. Teruslah bekerja demi nusa dan bangsa dan demi kemanusiaan," kata Mahfud.
"Sejak beroperasi tanggal 13 April, kami sudah menerima 150 pasien, dan alhamdulillah semuanya sembuh. Sekarang tinggal tersisa 49 pasien yang sedang kami rawat," ujarnya.
Sebelumnya, Menteri Keuangan Sri Mulyani mengatakan realisasi insentif untuk tenaga medis di tengah pandemi virus corona baru cair sebesar Rp10,45 miliar. Angkanya belum menyentuh 1 persen dari dana yang dianggarkan pemerintah sebesar Rp5,6 triliun.
"Yang dicairkan Kementerian Kesehatan untuk 1.205 tenaga kerja kesehatan di pusat sudah dilakukan (pencairannya) Rp10,45 miliar," kata Sri Mulyani, Rabu (3/6).
Dalam aturan dituliskan bahwa insentif diberikan kepada dokter spesialis sebesar Rp15 juta, dokter umum dan gigi Rp10 juta, bidan dan perawat Rp7,5 juta, serta tenaga medis lainnya Rp5 juta.
Selain itu, insentif untuk tenaga kesehatan di Kantor Kesehatan Pelabuhan (KKP), Balai Teknik Kesehatan Lingkungan dan Pengendalian Penyakit (BTKTL-PP) dan Balai Besar Teknik Kesehatan Lingkungan dan Pengendalian Penyakit (BBTKL-PP), dinas kesehatan provinsi dan kabupaten/kota, puskesmas dan laboratorium sebesar Rp5 juta. (tst/fra)