Status Daerah Penyebaran Covid-19 Akan Diumumkan Tiap Senin

CNN Indonesia | Sabtu, 06/06/2020 19:40 WIB
Juru Bicara Pemerintah untuk Penanganan COVID-19 Achmad Yurianto bersiap menyampaikan keterangan pers di Graha BNPB, Jakarta, Jumat (27/3/2020). Berdasarkan data hingga Jumat (27/3/2020) pukul 12.00, jumlah kasus positif COVID-19 mencapai 1.046 orang di 27 provinsi se-Indonesia dengan jumlah pasien sembuh mencapai 46 orang dan  meninggal dunia mencapai 87 orang.  ANTARA FOTO/Nova Wahyudi/nz Juru Bicara Pemerintah untuk Penanganan Wabah Covid-19 Achmad Yurianto. (ANTARA FOTO/Nova Wahyudi)
Jakarta, CNN Indonesia -- Juru Bicara Pemerintah untuk Penanganan Wabah Covid-19 Achmad Yurianto mengatakan Gugas Tugas Pusat akan melaporkan kajian terhadap status daerah di seluruh wilayah Indonesia berkaitan dengan penyebaran virus corona tiap Senin.

Hal itu kata Yuri telah diputuskan dalam rapat koordinasi yang dilakukan pemerintah hari ini, Sabtu (6/6).

"Bahwa setiap Senin, Gugus Tugas Pusat akan melaporkan kembali kajian terhadap status daerah di seluruh tanah air," kata Yuri saat melakukan konferensi pers di Gedung Graha BNPB dan disiarkan secara langsung.


Data yang diumumkan itu berbasis pada hitung-hitungan penyebaran Covid yang dilakukan oleh kabupaten dan kota. Nantinya, kata Yuri, setiap pihak bisa mengetahui berapa daerah yang terdampak Covid-19 dari data tersebut.

"Kemudian daerah yang beresiko ringan sampai yang beresiko tinggi dari Covid-19," kata Yuri.

Data ini juga menurutnya bisa digunakan sebagai landasan strategi untuk menurunkan kasus di tiap-tiap daerah. Sebab ketika satu daerah diketahui beresiko tinggi, harus ada kebijakan atau kegiatan yang bisa menurunkan risiko tinggi penularan Covid-19 di daerah tersebut.

"Bagaimana yang berisiko tinggi bisa kita turunkan menjadi sedang, bagaimana yang sedang bisa kita turunkan menjadi ringan, karena inilah yang nanti akan jadi panduan di dalam kaitan untuk kembali lagi kita akan mengatur segi-segi atau bidang-bidang produktif yang harus segera kita lakukan," kata Yuri.

"Namun, sekali lagi basis yang mendasar adalah bagaimana kita aman dari Covid-19. Oleh karena itu, mari kita tidak henti-hentinya untuk mengubah, untuk beradaptasi di cara kehidupan kita," jelasnya.

Berkaitan dengan data dan hasil kajian tiap wilayah ini juga sempat disinggung oleh Ketua Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Doni Monardo. Usai rapat terbatas di Istana Kamis (4/6) lalu dia mengatakan bahwa mulai pekan depan akan diumumkan wilayah-wilayah yang masuk zona kuning penyebaran Covid-19.

"Pak Presiden [Jokowi] menugaskan saya, pada Senin [8/6] yang akan datang untuk mengumumkan daerah yang statusnya kuning. Artinya risiko ancaman Covid-nya sudah rendah berdasarkan data-data yang dilaporkan ke gugus tugas," kata Doni.

Meski demikian, Doni mengakui bahwa data itu masih bisa berubah seiring perkembangan kasus corona di masing-masing wilayah.

"Yang hari ini mungkin masih oranye, tiba-tiba bisa berubah kuning. Demikian juga sebaliknya yang tadinya kuning risikonya rendah, tetapi karena ada beberapa kasus berubah menjadi oranye," tutur Doni. (tst/bac)

[Gambas:Video CNN]