Kajian cepat atau survei tersebut melibatkan 1.683 responden yang mewakili seluruh ragam disabilitas dari 216 Kota dan Kabupaten di 32 provinsi di Indonesia, pada 10-24 April.
Dalam kategori pendapatan, asesmen cepat ini tak mengikutsertakan 250 responden yang tidak berada dalam rentang usia produktif, dan 665 responden yang tidak bekerja. Sehingga, jumlah total yang dianalisis dalam dampak ekonomi 768 orang.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Rinciannya, 45 persen responden mengalami penurunan pendapatan 50 persen hingga 80 persen, 22 persen responden turun 30-50 persen, 18 persen responden turun 10 hingga 30 persen, 14 persen responden mengaku tak mengalami penurunan pendapatan, dan 1 persen mengalami kenaikan pendapatan.
Foto: CNNIndonesia/Asfahan Yahsyi |
Dari data di atas, katanya, kelompok yang mengalami penurunan pendapatan paling besar terjadi pada responden yang berasal dari, "Kelompok disabilitas ganda, pekerja di sektor informal, berusia di atas 60 tahun, dan atau, responden dengan tingkat pendidikan SMA atau lebih rendah."
Joni melanjutkan asesmen cepat ini juga menemukan bahwa 587 orang atau 80 persen responden yang mengalami penurunan pendapatan mengaku kesulitan membeli sembako.
Lebih jauh, kata Joni, 94,36 persen responden tidak memiliki simpanan ataupun orang lain yang bisa diandalkan. Hanya sebesar 2,37 persen responden yang menyatakan dapat bertahan dengan simpanan dan 1,95 persen menyatakan memiliki orang lain yang dapat diandalkan.
Hal ini diperparah dengan kondisi hanya sebagian kecil kaum difabel ini yang mendapatkan bantuan sosial (bansos) ataupun keringanan pembayaran.
Penyaluran bansos di masa Corona di sejumlah daerah mengalami kendala, seperti jumlah yang kurang dari angka warga yang membutuhkan, tidak tepat sasaran, penumpukan dan keterlambatan. (FOTO/Hafidz Mubarak A/hp) |
Di samping itu, 13,03 persen menerima program keluarga harapan (PKH); dan hanya 1,95 persen penyandang disabilitas yang ikut program ketenagakerjaan padat karya.
"Program jaring pengaman sosial yang ada ternyata belum menjangkau sebagian besar responden yang mayoritas berada pada kondisi rentan secara ekonomi," tutur Joni.
(thr/arh)
Foto: CNNIndonesia/Asfahan Yahsyi
Penyaluran bansos di masa Corona di sejumlah daerah mengalami kendala, seperti jumlah yang kurang dari angka warga yang membutuhkan, tidak tepat sasaran, penumpukan dan keterlambatan. (FOTO/Hafidz Mubarak A/hp)