Pendaftaran PPDB di Jabar digelar mulai Senin (8/6) lalu. Akibat pandemi virus corona (Covid-19) corona, PPDB dilakukan sepenuhnya via internet atau dalam jaringan (daring).
Namun Wakil Kepala Sekolah SMA Negeri 9 Bandung Iwan Hermawan mengaku masih menemukan puluhan orang tua datang ke sekolahnya. Mereka bingung menginput data PPDB secara daring.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Di antaranya ada yang datang karena tak punya akses internet. Namun ada juga yang datang karena bingung dengan mekanisme PPDB daring.
"Ini terjadi di mana-mana. Kesiapan masyarakat, khususnya orang tua, tentang PPDB online memang belum maksimal. Banyak yang belum menguasai," katanya kepada CNNIndonesia.com.
Untuk itu, katanya, umumnya SMA dan SMK masih membuka pelayanan PPDB untuk membantu siswa dan orang tua mendaftar PPDB. Pihak sekolah juga kerap membantu menginput data siswa secara daring.
Kendati masih mendapati siswa datang di tengah pandemi, Junjun mengaku semua siswa mematuhi protokol kesehatan. Mereka datang dengan masker dan menjaga jarak.
Kepala Sub-Bagian Perencanaan dan Pelaporan Dinas Pendidikan Jawa Barat Edy Purwanto mengatakan pihaknya memberikan kewenangan sekolah membantu pendaftar PPDB jika terdapat kesulitan. Dengan kata lain, tidak mutlak harus dilakukan di rumah via internet.
"Utamanya yang kesulitan akses internet dan kesulitan dalam memasukan input dokumen persyaratan PPDB sesuai jalur yang dipilih," ungkapnya kepada CNNIndonesia.com melalui pesan singkat.
Edy mengatakan tiap sekolah juga sudah ditugaskan membentuk Satuan Tugas Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19. Satgas ini diinstruksikan mengatur pelayanan PPDB di sekolah.
"Karena pada dasarnya data sudah disiapkan dari awal. Dan saat ini tinggal melakukan pendaftarannya saja," tuturnya.
Perkara kendala server, katanya, juga sudah diatasi pihak Disdik Jabar. Namun ia tetap meminta sekolah memberi bantuan pendaftaran untuk siswa secara langsung.
Sebelumnya Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan menginstruksikan sekolah melakukan PPDB daring di tengah corona. Namun tak semua daerah mengaku siap melakukan PPDB daring sepenuhnya.
Pusat Data dan Informasi Kemdikbud memproyeksi ada 13.668.764 yang lulus tahun 2020 dan bakal jadi peserta didik baru. Rinciannya sebanyak 2.325.914 siswa lulus PAUD, 4.082.808 siswa lulus SD, dan 3.177.234 siswa lulus SMP. (fey/bmw/ugo)