Kemarin, Selasa (9/6), berdasarkan data resmi DKI, kasus positif baru bertambah sebanyak 234 kasus. Sementara data pemerintah pusat kasus baru bertambah 232 kasus.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Riza menyebut sebanyak 110 kasus baru tersebut juga hasil penelusuran kasus di puskesmas. Selain itu, ia mengklaim kenaikan jumlah kasus juga karena peningkatan kapasitas pemeriksaan Covid-19.
"Kita bersyukur, Jakarta ini tidak kurang dari 171.000 PCR swab kita, itu kita sudah memenuhi standar WHO. Standar WHO itu 10 ribu dari 1 juta penduduk," jelasnya.
Namun dari data resmi DKI, sampai 9 Juni, baru 86.915 orang yang diperiksa terkait virus corona.
Berdasarkan data Dinas Kesehatan DKI, peningkatan kasus pada Selasa (9/6) kemarin terdiri dari laporan kasus baru baik dari laporan RS dan hasil active case finding Puskesmas, ditambah akumulasi kasus yang baru dilaporkan oleh RS.
Rinciannya, 84 kasus dari 8 RS di Jakarta, 110 kasus dari 20 Puskesmas, 40 kasus yang dilaporkan dari dua RS lainnya.
Sebelumnya, Kepala Bidang Sumber Daya Kesehatan Ani Ruspitawati mengatakan lonjakan kasus ini dikarenakan sampel yang tertunda diperiksa dari beberapa laboratorium swasta.
"Sehingga hasil tes meningkat dengan pesat karena pelaporannya baru disampaikan pada hari Selasa," kata Ani kemarin.
Hingga hari ini, jumlah kumulatif kasus positif di Jakarta mencapai 8.423 kasus. Dari jumlah tersebut, sebanyak 3.517 orang dinyatakan sembuh, dan 551 orang meninggal dunia. (dmi/fra)