DKI Ungkap Asal-usul Lonjakan Kasus Positif Corona Jakarta

CNN Indonesia | Rabu, 10/06/2020 17:50 WIB
Calon penumpang commuterline menjalani tes Polymerase Chain Reaction (PCR) di Stasiun Bekasi, Jawa Barat, Selasa, 5 Mei 2020. Tes PCR untuk mencegah penyebaran mata rantai covid-19. CNNIndonesia/Safir Makki Lonjakan kasus di Jakarta karena rapelan dari tes beberapa hari lalu. Ilustrasi (CNNIndonesia/Safir Makki)
Jakarta, CNN Indonesia -- Wakil Gubernur DKI Jakarta Ahmad Riza Patria mengatakan salah satu faktor lonjakan kasus positif virus corona harian di Ibu Kota karena rapelan atau laporan dari kasus sebelumnya yang baru masuk.

Kemarin, Selasa (9/6), berdasarkan data resmi DKI, kasus positif baru bertambah sebanyak 234 kasus. Sementara data pemerintah pusat kasus baru bertambah 232 kasus.

Riza menyebut sebanyak 40 kasus merupakan laporan dari kasus hari-hari sebelumnya dan baru dilaporkan kemarin.


"(Tanggal 9) Juni ini ada 234 kasus baru, tapi 40 kasus adalah yang terlapor kasus itu yang rapelan, yang sejak 10 hari yang lalu baru dimasukin laporannya," kata Riza dalam sebuah diskusi online, Rabu (10/6).

Riza menyebut sebanyak 110 kasus baru tersebut juga hasil penelusuran kasus di puskesmas. Selain itu, ia mengklaim kenaikan jumlah kasus juga karena peningkatan kapasitas pemeriksaan Covid-19.

Menurut Riza, semakin tinggi kasus positif bisa dikatakan karena tes dan contact tracing sudah meningkat.

Ia menyebut secara kumulatif di Jakarta sampai saat ini sudah melakukan tes PCR Covid-19 terhadap kurang lebih 171.000 spesimen.

"Kita bersyukur, Jakarta ini tidak kurang dari 171.000 PCR swab kita, itu kita sudah memenuhi standar WHO. Standar WHO itu 10 ribu dari 1 juta penduduk," jelasnya.

Namun dari data resmi DKI, sampai 9 Juni, baru 86.915 orang yang diperiksa terkait virus corona.

Berdasarkan data Dinas Kesehatan DKI, peningkatan kasus pada Selasa (9/6) kemarin terdiri dari laporan kasus baru baik dari laporan RS dan hasil active case finding Puskesmas, ditambah akumulasi kasus yang baru dilaporkan oleh RS.

Rinciannya, 84 kasus dari 8 RS di Jakarta, 110 kasus dari 20 Puskesmas, 40 kasus yang dilaporkan dari dua RS lainnya.

Sebelumnya, Kepala Bidang Sumber Daya Kesehatan Ani Ruspitawati mengatakan lonjakan kasus ini dikarenakan sampel yang tertunda diperiksa dari beberapa laboratorium swasta.

Menurutnya, tidak terjadi pemeriksaan spesimen karena sejumlah laboratorium libur pada Sabtu-Minggu kemarin. Akhirnya, pengerjaan spesimen baru dilakukan pada Senin 8 Juni

"Sehingga hasil tes meningkat dengan pesat karena pelaporannya baru disampaikan pada hari Selasa," kata Ani kemarin.

Hingga hari ini, jumlah kumulatif kasus positif di Jakarta mencapai 8.423 kasus. Dari jumlah tersebut, sebanyak 3.517 orang dinyatakan sembuh, dan 551 orang meninggal dunia. (dmi/fra)

[Gambas:Video CNN]