Puskesmas di Jakarta Ditarget Temukan Kasus Corona Baru

CNN Indonesia | Kamis, 11/06/2020 05:15 WIB
Warga mengikuti test swab COVID-19 menggunakan mobil tes polymerase chain reaction (PCR) atau Mobile Combat COVID-19 di RSUD Sidoarjo, Jawa Timur, Kamis (28/5/2020). Swab test dengan Mobil tes polymerase chain reaction (PCR) atau Mobile Combat COVID-19 dari Gugus Tugas Percepatan Penanganan COVID-19 tersebut bertujuan untuk mempercepat pengujian secara lebih masif dan spesimen swab di lapangan. ANTARA FOTO/Umarul Faruq/nz Ilustrasi tes PCR untuk mencari kasus positif virus corona. (ANTARA FOTO/Umarul Faruq)
Jakarta, CNN Indonesia -- Puskesmas di DKI Jakarta diminta untuk lebih aktif mencari kasus penyebaran virus corona (Covid-19). Hal ini sesuai dengan Surat Edaran Kepala Dinas Kesehatan Nomor 94/SE/2020 tentang Active Case Finding Covid-19.

Surat edaran tersebut ditandatangani oleh Kepala Dinas Kesehatan DKI Jakarta Widyastuti pada 4 Juni 2020, ditujukan kepada seluruh kepala puskesmas kecamatan dan kepala suku dinas kesehatan kota/kabupaten provinsi DKI Jakarta.

"Melakukan active case finding dengan swab PCR pada kasus baru sesuai kuota yang terdapat pada lampiran di luar kuota contact tracing dan follow up pengobatan," demikian bunyi salah satu poin dalam surat edaran tersebut, Rabu (10/6).


Kemudian, puskesmas juga diminta mengirimkan spesimen sesuai jejaring laboratorium yang ditetapkan. Serta, melakukan koordinasi dengan suku dinas kesehatan terkait untuk kesiapan logistik.

Kepala Suku Dinas Kesehatan Jakarta Pusat Erizon Safari mengatakan surat edaran itu ditujukan agar pihak puskesmas kecamatan maupun suku dinas lebih intensif mencari kasus baru.

"Karena untuk meyakinkan apakah benar-benar Jakarta sudah 'aman', dengan semakin banyak melakukan tes," ujar Erizon saat dihubungi CNNIndonesia.com

Erizon berkata selama ini pemeriksaan PCR dan contact tracing lebih banyak ditujukan ke komunitas. Kini, dengan surat edaran itu, puskesmas akan melakukan pengecekan lebih luas, termasuk kepada orang-orang yang tak punya gejala atau riwayat kontak dengan pasien Covid-19.

Lebih lanjut, surat edaran itu ditujukan setelah kebutuhan logistik untuk melakukan tes PCR di Jakarta saat ini lebih banyak dibanding sebelumnya. Pasalnya, sebelum ini, salah satu kendala tes PCR di Jakarta adalah alat tes PCR jauh lebih sedikit.

Lonjakan kasus positif virus corona di Jakarta pada Selasa (9/6) kemarin, kata dia, juga tak lepas dari tes PCR yang lebih intensif dilakukan.

"Kalau sekarang banyak dites, enggak ada keluhan tahunya hasilnya positif. Kalau kemarin kan banyak yang di RS, atau puskesmas lagi sakit demam (baru) kita periksa, begitu ketahuan hasilnya kita telusuri keluarga," tutur Erizon.

"Sekarang yang enggak ada gejala juga kita tes. Tanda kutip seperti jemput bola lah," lanjut dia.

Kendati demikian, Erizon mengatakan tidak semua warga akan dites. Pihak Dinkes dan Puskesmas akan memprioritaskan daerah atau RW-RW yang masih berstatus zona merah penyebaran virus corona.

"Jadi penentuannya, bukan asal sampling, tapi berdasarkan data statistik kasus kan. Otomatis yang berisiko kita telusuri," paparnya.

Target Tes PCR Active Case Finding/Hari

Jakarta Pusat
Puskesmas Kecamatan Gambir: 40 Tes
Puskesmas Kecamatan Sawah Besar: 40 Tes
Puskesmas Kecamatan Kemayoran: 50 Tes
Puskesmas Kecamatan Senen: 40 Tes
Puskesmas Cempaka Putih: 40 Tes
Puskesmas Johar Baru: 40 Tes
Puskesmas Kecamatan Menteng: 40 Tes
Puskesmas Tanah Abang: 40 Tes

Jakarta Utara
Puskesmas Kecamatan Penjaringan: 60 Tes
Puskesmas Kecamatan Pademangan: 50 Tes
Puskesmas Kecamatan Tanjung Priok 60 Tes
Puskesmas Kecamatan Koja: 60 Tes
Puskesmas Kecamatan Kelapa Gading: 50 Tes
Puksesmas Kecamatan Cilincing: 60 Tes

Jakarta Barat
Puskesmas Kecamatan Cengkareng: 60 Tes
Puskesmas Kecamatan Kalideres: 60 Tes
Puskesmas Kecamatan Grogol Petamburan: 60 Tes
Puskesmas Kecamatan Palmerah: 60 Tes
Puskesmas Kecamatan Taman Sari: 50 Tes
Puskesmas Kecamatan Tambora: 60 Tes
Puskesmas Kecamatan Kebon Jeruk: 60 Tes
Puskesmas Kecamatan Kembangan: 60 Tes

Jakarta Selatan
Puskesmas Kecamatan Tebet: 60 Tes
Puskesmas Kecamatan Setia Budi: 50 Tes
Puskesmas Kecamatan Mampang Prapatan: 50 Tes
Puskesmas Kecamatan Pancoran: 50 Tes
Puskesmas Kecamatan Pasar Minggu: 60 Tes
Puskesmas Kecamatan Jaga Karsa: 60 Tes
Puskesmas Kecamatan Kebayoran Baru: 50 Tes
Puskesmas Kecamatan Kebayoran Lama: 60 Tes
Puskesmas Kecamatan Pesanggrahan: 50 Tes
Puskesmas Kecamatan Cilandak: 50 Tes

Jakarta Timur
Puskesmas Kecamatan Matraman: 50 Tes
Puskesmas Kecamatan Pulogadung: 60 Tes
Puskesmas Kecamatan Jatinegara: 60 Tes
Puskesmas Kecamatan Duren Sawit: 60 Tes
Puskesmas Kecamatan Kramat Jati: 60 Tes
Puskesmas Kecamatan Pasar Rebo: 50 Tes
Puskesmas Kecamatan Ciracas: 50 Tes
Puskesmas Kecamatan Cipayung: 50 Tes
Puskesmas Kecamatan Cakung: 60 Tes
Puskesmas Kecamatan Makassar: 50 Tes (dmi/wis)


[Gambas:Video CNN]
TOPIK TERKAIT
REKOMENDASI
LAINNYA DI DETIKNETWORK