"Itu untuk dua poin, pertama untuk bantuan operasional pesantren, lalu untuk membantu pembelajaran daring pesantren," kata Kamaruddin kepada CNNIndonesia.com, Rabu (10/6)
Kamaruddin menjelaskan bantuan sebesar Rp2,36 triliun itu merupakan usulan Kemenag kepada Kementerian Keuangan. Tujuannya untuk membantu meringankan beban pesantren saat menjalankan kegiatan belajar mengajar di tengah pandemi Covid-19.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Tapi itu anggaran belum turun. Baru diusulkan oleh Menag ke Kemenkeu," kata dia.
Ia pun telah menyusun petunjuk teknis penyaluran dana bantuan tersebut ke pesantren-pesantren yang masuk daftar Kemenag.
"Iya [75 persen pesantren penerima bantuan sudah ada daftarnya]. Jadi kita sudah buat juknisnya," kata Kamaruddin.
Para santri disemprot cairan disinfektan sebelum masuk ke bus di Pondok Pesantren Bahrul Ulum Tambakberas, Jombang, Jawa Timur, Sabtu (28/3/2020). (ANTARA FOTO/SYAIFUL ARIF) |
"Ya [anggaran Rp2,3 triliun] hanya untuk pesantrennya, untuk pesantren saja. Lalu untuk ustaz-ustaz pesantren itu nanti diusulkan untuk dibantu oleh Kemensos dan Kemendes, melalui BLT," kata Kamaruddin.
Kamaruddin mengatakan ustaz yang akan mendapatkan BLT dari Kemensos salah satunya mereka yang belum pernah mendapatkan bantuan dari pemerintah. Sementara ustaz yang sudah menerima bantuan dari pemerintah, baik Kemensos, Kemendes maupun Pemda tak akan menerima bantuan kembali.
"Jadi enggak ada anggaran dari Kemenag untuk bantuan ustaz tadi. Tapi nanti akan dikoneksikan dengan Kemensos dan Kemendes. Jadi program yang sudah ada diarahkan ke ustaz itu," kata dia.
Selain itu, Kamaruddin juga mengatakan pihak Kemenag sendiri sudah memiliki data ustaz yang belum menerima bantuan dari pemerintah selama pandemi corona ini. Nantinya, kata dia, data itu akan disinkronkan dalam Data Terpadu Kesejahteraan Sosial (DTKS) milik Kemensos.
Sebelumnya, Menko Pembangunan Manusia dan Kebudayaan Muhadjir Effendy mengatakan pemerintah bakal mengucurkan Rp2,36 triliun untuk pesantren jelang penerapan fase new normal.
Muhadjir juga meminta Kemenag mendata sekitar 1,2 juta ustaz berdasarkan nama dan alamat masing-masing. Data ini akan berguna untuk penyaluran bantuan terhadap para penyebar ilmu agama yang bisa mengajar di ponpes. (rzr/pmg)
