"Sekarang setiap pemilu juga kita selalu menghadapi persoalan senantiasa adanya diusung masalah-masalah SARA ini," kata dia, dalam diskusi secara daring, Kamis (11/6).
"Terus terang bagi kita Indonesia sekarang ini terutama untuk golongan etnis Tionghoa itu masih sering menghadapi persoalan," lanjutnya.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Setelah 75 tahun kita masih merasakan beberapa persoalan di negara kita terutama di dalam bidang SARA," katanya.
Senada, Uung menyebut aparat harus hadir dengan standar operasi yang benar dalam masalah rasialisme dan bukan malah menambah kericuhan.
"Jadi dari sini kita juga bisa bercermin bahwa aparat negara hadir itu harus mengikuti SOP dengan benar. Mereka tetap harus kendalikan ketertiban dan keamanan, tetapi mereka harus mengikuti prosedur yang benar," jelasnya.
Jokowi dan Pemerintah berulangkali membantah isu-isu tersebut dan menyatakannya sebagai hoaks.
Selain itu, ada isu politik identitas yang menerpa salah satu kandidat di Pilkada DKI 2017.
[Gambas:Video CNN]
Jauh ke belakang, sentimen anti-tionghoa mencuat saat kerusuhan 1998. Sejumlah provokator di berbagai daerah mengarahkan massa untuk membakar dan menjarah fasilitas perniagaan milik keturunan Tionghoa, serta melakukan perkosaan terhadap warga etnis ini.
Namun, proses penegakan hukum sejauh ini belum mampu mengungkap aktor di balik tragedi tersebut.
(tst/arh)