Jumlah kematian di Jatim sudah mencapai 553 orang, melebihi Jakarta dengan 537 kasus kematian akibat virus corona.
"Meninggalnya seseorang itu Allah SWT yang menentukan. Saya dipercaya Ibu Gubernur untuk memimpin rumah sakit besar RSUD dr Soetomo. Setiap hari sebetulnya saya angkles (sedih), saya nangis setiap hari," kata Joni di Gedung Negara Grahadi, Surabaya, Kamis (11/6).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Hari ke-7 lepas ventilator bisa duduk. Kita pindahkan ke HCU dari ICU, hari ke-2 tahu-tahu meninggal, meninggalnya itu seperti orang serangan jantung. Mendadak sekali," kata dia.
Kemudian, Joni mengatakan bahwa ada juga sejawatnya yang merupakan dokter sakit karena terinfeksi corona. Setelah lima hari, dokter itu sembuh dan dinyatakan negatif. Kondisi sebaliknya justru dialami seorang pasien yang mengalami gejala ringan, namun pasien itu justru wafat.
"Ada kawan saya, dokter ini, mengeluh sakit, lima hari sudah negatif, bisa lagi jalan-jalan. Ada lagi yang datang hanya batuk pilek, meninggal, jadi sangat variatif case-nya, sangat unpredictable," tutur Joni.
"Perjalanan penyakit seorang menderita Covid-19 itu unpredictable. Banyak kawan-kawan yang para ahli itu bertanya-tanya sebetulnya apa rahasia dibalik Covid-19 ini," tambahnya.
Lihat juga:Data Corona 11 Juni: PDP 14.052, ODP 43.414 |
Di RSUD Soetomo, kata dia, persentase meninggalnya pasien Covid-19 pasca ventilator (setelah dibantu ventilator) mencapai 69,2 persen. Jumlah itu masih lebih sedikit daripada angka kematian pasien dalam kategori pascaventilator di RSUP Persahabatan Jakarta, serta di Wuhan China.
"Pascaventilator kalau di Soetomo itu 69,2 persen yang meninggal, tetapi di RS Persahabatan lebih tinggi, di Wuhan 80 persen. Bukan kita merasa aman [karena lebih sedikit], tidak, tapi semuanya bertanya-tanya, why?" tanya Joni.
"Pakai masker, physical distancing, social distancing, taati protokol kesehatan, jangan pernah menentang Covid-19, kualat tenan (beneran), karena unpredictable," pungkasnya.
Sebelumnya, Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 mencatat penambahan kasus meninggal dunia akibat virus corona di Jawa Timur sebanyak 553 orang atau setara 7,78 persen dari total kasus positif di provinsi itu. Angka ini melebihi jumlah kasus meninggal di DKI Jakarta yaitu 537 orang atau setara 6,20 persen.
Berdasarkan laporan media harian Covid-19 pada Kamis (11/6) per pukul 12.00 WIB, jumlah penambahan kasus meninggal akibat virus corona di Jatim sebanyak 23 orang dari hari sebelumnya yaitu 530 orang.